Siasati Temper Tantrum dengan Cinta

October 24, 2017
Assalamualaikum Wr. Wb.

Apa Itu Temper Tantrum ?

Dalam beberapa literatur dapat disimpulkan bahwa Temper Tantrum adalah hasil dari energi tinggi dan kemampuan yang tidak mencukupi dalam mengungkapkan keinginan atau mengkomunikasikan kebutuhan "dalam bentuk kata-kata". Letupan amarah anak di saat menunjukkan kemandirian dengan sikap negatifnya. Ledakan emosi yang biasanya dikaitkan kepada anak atau orang dalam kesulitan emosional. Yang di tandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, pembangkangan, mengomel, marah-marah. Sebagai resistensi terhadap upaya untuk menenangkan. Dan dalam beberapa kasus kekerasan, kendali fisik bisa hilang. Anak atau orang tersebut mungkin tidak dapat diam. Dan bahkan jika tujuan dipenuhi sekalipun masih tidak bisa tenang. Temper Tantrum biasanya terjadi pada usia 2 sampai 4 tahun ketika anak-anak membentuk kesadaran diri. 


Secara psikologis, umumnya Temper Tantrum sebagai gejala yang dimiliki pada anak usia balita 2 sampai dengan 4 tahun. Tetapi terkadang bisa menimpa anak usia sampai 10 tahun. Bahkan pada kasus tertentu bisa dimiliki anak usia baligh/remaja tapi ini sangat jarang.

Baca juga : Keriwehan di Pagi Hari Bersama Balita

Apa Penyebab Temper Tantrum?

Temper Tantrum yang dialami oleh setiap balita memiliki banyak penyebab dan ketika dalam kondisi tersebut di atas, mereka merasa terabaikan, maka mereka akan mengamuk. Penyebab  Temper Tantrum yang sering ditemui adalah sebagai berikut :
  1. Tidak mampu melakukan sendiri,
  2. Menginginkan orang tua melakukan sesuatu yang bertentangan,
  3. Tidak mengetahui apa yang di inginkannya,
  4. Tidak mampu menjelaskan apa yang di inginkannya,
  5. Bosan,
  6. Lelah,
  7. Lapar,
  8. Sakit,
  9. Mencontoh tindakan orang tua/lingkungan sekitar/ tontonan,
  10. dan lain-lain.
Tips dalam Merespon Temper Tantrum

1. Kenali diri kita dan pasangan serta orang terdekat anak kita

Pertama apakah kita tipe orang tua yang ikut tantrum ketika anak kita tantrum? Maksudnya adalah termasuk dalam tipe orang tua yang tidak bisa menahan emosi melihat anak Temper Tantrum sehingga ikut-ikutan nangis atau ngamuk? Jika ini terjadi biasanya ada luka masa lalu (inner child) dalam diri kita yang sebaiknya harus disembuhkan terlebih dahulu.  

Kedua apakah kita bisa mengendalikan diri ?

2. Kenali diri anak kita

Apakah anak kita tipe agresif ketika tantrum? Suka mencederai diri? atau hanya ngomel?

Baca juga : Mengembangkan Kemampuan Bersosialisasi Anak 2 Tahun

3. Mengantisipasi dan menangani Temper Tantrum

Kita harus memahami 3 fase dalam Temper Tantrum yaitu fase sebelum terjadi amukan (antisipasi), fase pada saat mengamuk, dan fase sesudah mengamuk. Tindakan yang dapat dilakukan orang tua sebelum fase mengamuk adalah mengenali pemicu Temper Tantrum kemudian memberikan contoh yang baik secara kontinyu dan konsisten. Jika orang tua memberikan teladan yang baik, Insya'Allah anak juga akan merekam dan menjiplak dengan baik. Anak akan menyesuaikan perlakukan orang tuanya. Kalau orang tua lembut, mereka juga akan lembut, kalau orang tua kasar, maka anak akan jauh lebih kasar dan begitu seterusnya.

Jika sudah sampai pada fase saat anak mengamuk maka hal-hal yang bisa dilakukan orang tua adalah mengabaikan/mendiamkan saja, karena semakin di perhatikan, biasanya cenderung malah semakin menjadi (tapi tetap dalam pengawasan). Memegangi anak dengan kuat tanpa mencederai, mendekap dan memeluk agar mereka merasa aman. Orang tua harus bersikap tegas, peduli dan positif misalnya mengalahkan dia dengan suara tegas atau mengalihkan perhatian anak kepada suatu hal yang lebih menarik dan positif.

Baca juga : Aku Harus Belajar Menjadi Ibu yang Lebih Sabar Lagi


Ketiga saat anak berada pada fase setelah mengamuk tugas orang tua adalah memeluk dan menciumnya, memberikan pemahaman sesuai dengan umurnya, memberitahu perilaku seperti apa yang kita inginkan  agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Menjelaskan dan mengajarkan antara kebutuhan dan keinginan.  Kalau kebutuhan harus di berikan, kalau keinginan tidak harus diberikan daan bisa di tunda. Selanjutnya adalah memerikan batasan-batasan khusus, mana yang boleh mana yang terlarang.

Dampak Temper Tantrum jika tidak ditangani dengan bijak
  1. Anak akan menggunakan senjata, bahwa amukan bisa membuatnya mendapatkan apa yang di inginkan.
  2. Amukan akan bertambah hebat.
  3. Mereka semakin pandai bersandiwara, bisa mengamuk di saat banyak orang. 
  4. Bisa berdampak bipolar (berkepribadian ganda)
Kunci utama, agar anak tidak mengalami Temper Tantrum, orang tua harus memberikan hak-haknya pada anak dengan baik. Kalau hak mereka kita abaikan tentu saja, mereka merasa tidak nyaman dan akan marah. 

Yuk kita berikan hak hak anak sesuai porsi dan tepat pada waktunya sehingga anak anak akan melakukan kewajiban dengan sukarela tepat pada waktunya.

Sumber : Materi Kulwap Eping Karawang-Purwokerto-Subang dengan Narasumber Mom Yani

Wassalamualaikum Wr. Wb.


2 comments:

  1. aduh ini peer banget bagi setiap ibu.... yang jelas, semua memang perlu cinta, yang bisa melawan semua jenis kesal, hahahha

    ReplyDelete
  2. kalo anak ku biasanya karena susah mau mengungkapkan sesuatu. terus akunya gak tau maunya apa, daaaah nagis2 tuuh guling2.. makasih ya mba tips nya :)

    www.sistersdyne.com

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan pesan, senang dapat sharing dengan Anda :)

Powered by Blogger.