Friday, 22 September 2017

Bolehkah Balita Pakai Parfum?

September 22, 2017 16
Assalamualaikum Wr. Wb.

Anak-anak balita sering sekali mengikuti hal-hal yang dilakukan orang tuanya termasuk saat ayah ibunya sedang menyemprotkan parfum ke tubuh. Jika ayah ibu  pergi ke pusat perbelanjaan ataupun mengakses online shop pasti sering menemui berbagai macam parfum yang dikhususkan untuk anak-anak. Tidak dipungkiri juga jika kemudian ayah ibu tertarik untuk memebelikannya untuk si kecil. Masalahnya adalah apakah boleh anak balita memakai parfum ?


Boleh tidaknya memakaikan parfum pada balita sebenarnya tergantung dari reaksi balita itu sendiri. Penggunaan parfume pada balita sebenarnya tidak menjadi masalah apabila parfum yang digunakan tidak menimbulkan alergi. Pasalnya, setiap balita memiliki sifat kulit yang  berbeda-beda. Ada balita yang memiliki kulit yang tahan terhadap bahan-bahan pengharum, ada pula balita yang memiliki kulit sensitif bila terkena bahan kimia sehingga mudah sekali terjadi dermatitis kontak alergi. Selain itu balita dan  anak-anak memiliki kecenderungan menyerap bahan kimia dari kulit lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Jika tidak sengaja tertelan, maka juga dapat menyebabkan keracunan pada anak. 

Jika ayah ibu bersikeras ingin memakaikan parfum pada si kecil, maka harus lebih teliti memilih parfum yang kandungan bahan kimianya masih dalam batas toleransi dan  cermat melihat reaksi si kecil. Aku sendiri saat ini sudah memakaikan parfum pada Rafa karena dia sudah mulai copy paste terhadap apa yang aku lakukan. Dia sering sekali rewel minta dipakaikan parfum juga saat melihatku mengenakannya. Dan akhirnya akupun membelikannya parfum khusus anak-anak. Alhamdulillah setelah beberapa kali pemakaian aku sama sekali tidak melihat reaksi alergi jadi masih aku lanjutkan sampai sekarang. Rafa suka sekali disemproti parfum bajunya dan akupun juga suka dengan kesegarannya. Jadi untuik khasus seperti Rafa maka aku memperbolehkan dia memakai parfum, tapi aku tidak merekomendasikan ayah ibu kemudian serta merta memakaikan parfum juga kepada balita yang memiliki kulit sensitif dan cenderung alergi.

Waspadai jika balita memiliki riwayat Dermatitis Kontak Alergi (DKA) yang ditandai dengan timbulnya ruam atau kemerahan pada kulit. 
Dermatitis Kontak Alergi (DKA) adalah gangguan pada kulit yang biasa ditandai adanya bercak-bercak kemerahan dan kulit tampak kering apabila kontak dengan suatu bahan kimia atau bahan tertentu. 
Berikut tips yang dapat ayah ibu terapkan jika akan memakaikan parfum kepada balita :



1. Pilihlah parfum yang mengandung hipoalergenik. 

Hipoalergenik berarti “meminimalisasi munculnya alergi”. Adanya istilah hipoalergenik pada produk perawatan bayi berarti produk itu menggunakan seminimal mungkin bahan baku yang bisa menimbulkan reaksi alergi. Penggunaan produk hipoalergenik tidak berarti 100% bebas dari resiko alergi, namun reaksi yang terjadi akibat beberapa bahan baku pada kulit bayi yang sangat sensitif dapat dibatasi hingga level minimum. Untuk perawatan kulit bayi sehari-hari, dianjurkan untuk menggunakan produk hipoalergenik Karena pada usia awal si Kecil, kulitnya masih sensitif sehingga memerlukan perhatian dan penggunaan produk yang pas sesuai kebutuhan.

2. Pilihlah parfum anak dengan kandungan alkohol yang rendah.

Kebanyakan parfum mengandung setidaknya 78% - 95% alkohol yang dicampurkan minyak esensial baik yang buatan ataupun alami. Selain itu untuk "mengawetkannya", parfum biasanya juga ditambahkan phtalate dan gliserin. Sebaiknya ayah ibu memilih jenis parfum anak-anak yang kadar alkoholnya lebih rendah dari itu. 

3. Cukup semprotkan parfum pada pakaian dan jangan langsung pada kulit

Untuk mengurangi efek alergi maka sebaiknya penggunaan parfum cukup disemprotkan pada pakaian anak tersebut. Tapi ingat, hal tersebut tetap bisa menimbulkan dermatitis kontak alergi karena tidak menjamin parfum tidak terkena ke kulit anak. Selain itu, bahan kimia yang terdapat di dalam parfum juga dapat menyebabkan reaksi kulit yang sensitif, ruam atau dermatitis. Bahkan hampir 75% penderita asma bisa dicetuskan oleh aroma parfum.

4. Memerhatikan atau memantau kondisi kulit balita pada waktu pemakaian parfum

Ayah bunda tetap harus memerhatikan atau memantau kondisi kulit balita pada waktu pemakaian parfum. Apabila timbul kemerahan atau gatal pada kulit segera segera lepas pakaiannya. Dan jika kemerahannya tetap berlanjut bisa Anda konsultasikan ke dokter kulit.

5. Tidak perlu terlalu sering memakaikan parfum pada balita.

Sebenarnya kegunaan parfum untuk anak atau bayi bukan merupakan suatu keperluan dasar, sehingga tidak perlu diberikan terlalu sering. Cukup semprotkan parfum pada baju si kecil saat ayah ibu akan mengajaknya keluar rumah atau menghadiri sebuah acara. Tidak perlu selalu menyemprotkan parfum kepada anak setiap habis mandi.

Itulah sedikit hal yang dapat aku share kepada ayah ibu terkait pemakaian parfum pada balita. Semoga bermanfaat ya.

Waalaikumsalam Wr. Wb.


Wednesday, 20 September 2017

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Mengajak Anak ke Kantor

September 20, 2017 10
Assalamualaikum Wr. Wb.



Membawa anak ke kantor menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh sebagian besar ibu bekerja dijaman yang semakin mengedepankan emansipasi wanita seperti saat ini. Banyak alasan yang mendasari seorang ibu bekerja harus membawa buah hatinya ke kantor. Ada yang disebabkan karena anak tidak ada yang mengasuh karena si 'mbak' tiba-tiba minta resign, ada juga yang disebabkan karena anak masih dalam masa ASI Eksklusif sehingga si ibu ingin selalu berdekatan dengan bayinya agar bisa menyusui sertiap saat dan berbagai alasan lainnya. 


Membawa anak ke kantor bukanlah sebuah pelanggaran karena memang tidak ada peraturan yang menyebutkan bahwa tenaga kerja wanita tidak diperbolehkan membawa anak ke kantor. Namun hal itu bukanlah perkara mudah yang bisa dianggap sepele karena membawa anak ke kantor tidak hanya melibatkan hubungan anak dan orang tua tetapi juga karyawan dan pimpinan. Ada baiknya jika hal tersebut didiskusikan terlebih kepada pimpinan dan memastikan mendapat ijin serta tidak menggangu produktivitas kerja.

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Mengajak Anak ke Kantor

Sebagai seorang ibu bekerja, aku sering sekali mengajak anak ke kantor, bahkan pernah sampai seminggu full aku lakukan. Menurutku hal itu sah-sah saja tetapi jika diminta memilih tentu saja aku lebih memilih untuk tidak mengajak anak. Alasannya jelas karena dengan mengajak anak akan sangat mengurangi produktivitasku dalam bekerja. Rafa, anak pertamaku yang aku ajak ke kantor ini adalah tipe anak yang super aktif dan lebih menyukai aktivitas outdoor. Dia juga bukan tipe anak yang sanggup berdiam di ruangan tanpa melakukan aktivitas gerak apapun jadi saat diajak ke kantor akan cenderung cranky dan mudah bosan. Hal itu tentu saja akan menggangu produktivitasku karena dengan terpaksa aku harus menunda pekerjaan saat anak mulai bosan duduk di kantor. Rafa juga belum terlalu mendiri dalam banyak hal, meskipun sudah dibawakan mainan kesukaannya ataupun laptop dan diputarkan video kartun dia tetap tidak bisa ditinggal beranjak dan selalu minta ditemani. Ya, Rafa selalu menanyakan maksud dari setiap dialog yang dia dengar saat melihat video.

Back to the point ya nanti malah kepanjangan ceritain karakter Rafa. Jika dengan terpaksa seorang ibu harus mengajak anak ke kantor mungkin beberapa hal ini harus diperhatikan :

1. Ijin Dari Atasan dan Tanggapan Rekan Kerja

Tidak semua orang atau pimpinan menyukai karakter dan kehadiran anak-anak, bisa jadi mereka akan merasa terganggu. Maka sebelum memutuskan untuk mengajak anak ke kantor alangkah baiknya jika ibu menyampaiakan maksud dan alasannya kepada atasan secara jujur dan logis sehingga atasan akan mempertimbangkan dengan baik untuk memberikan ijin.  Tidak semua ibu bekerja seberuntung aku yang dapat kapan saja mengajak anak bekerja. Atasanku tidak pernah melarang atau meminta kantor steril dari jangkauan anak-anak. Beliau juga selalu welcome dengan kehadiran anak-anak asalkan semua pekerjaan pokokku sebagai karyawan tetap terselasaikan dengan baik.

Respon rekan kerja juga harus kita pertimbangkan saat akan membawa anak ke kantor. Sama seperti halnya atasan/pimpinan, tidak semua pegawai/karyawan mampu bekerja dengan kehadiran anak kecil di sekitarnya. Beberapa orang mungkin merasa senang dengan kehadiran anak kecil sebagai hiburan, namun beberapa orang lainnya bisa saja merasa terganggu dan sulit berkonsentrasi dengan pekerjaannya bila terdapat anak kecil di sekitarnya. Seorang ibu bekerja yang ingin mengajak anak ke kantor harus juga mempertimbangkan lingkungan/rekan kerja di sekitarnya, karena ketidaknyamanan di kantor dapat berakibat pada performa kerja yang tidak maksimal.

2. Kondisi Anak

Anak mampu diajak kerjasama adalah hal terpenting yang perlu dikantongi oleh seorang ibu bekerja yang akan mengajak anaknya ke kantor. Tidak semua anak adalah penurut dan mudah diberi pengertian, banyak juga anak yang masih egois dan selalu ingin dituruti apa kemauannya. Namun hal itu dapat dipersiapkan jauh-jauh hari, misalnya dengan membuat kesepakatan dengan anak agar bersikap sopan dan tidak rewel saat di kantor. 

Selain kerjasama ibu dan anak, kondisi kesehatan anak itu sendiri perlu diperhatikan karena sebenarnya lingkungan kantor bukanlah lingkungan yang sehat bagi anak-anak. Misalnya saja jika ada salah satu rekan kerja yang merokok, jelas sekali itu tidak baik untuk kesehatan anak.  Ruangan ber-AC dengan temperature suhu yang rendah juga tidak dianjurkan untuk anak-anak.

Karakter anak ibu sendiri juga wajib dijadikan bahan pertimbangan, kalau aku memang tidak merekomendasikan anak super aktif macam Rafa diajak ke kantor. Ini anak bosanan sekali dan selalu minta pulang sebelum waktunya. Jadi mengajak Rafa ke kantor adalah NO bagiku.


3. Kondisi Kantor

Kondisi kantor yang hampir didominasi oleh keberadaan orang dewasa terkadang juga memberikan dampak kurang menyenangkan kepada anak-anak, meskipun banyak juga menfaat yang mungkin bisa didapat untuk perkembangan anak. Positifnya, anak dapat bersosialisasi dengan orang banyak dan belajar mengenal lingkungan kerja sejak kecil. Anak pun banyak melakukan observasi dan menirukan lingkungan sekitarnya. Sedangkan negatifnya anak akan mengalami kemungkinan  keterlambatan perkembangan karena terbatasnya fasilitas belajar dan bermain yang sesuai dengan tahapan usianya. Misalnya saja jika anak dibiarkan seharian melihat video dari  laptop selama di kantor akan mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasarnya karena aktivitas geraknya sangat minim. Bisa jadi aktivitas melihat video berjam-jam itu akan membuat anak kelelahan sehingga setelah sampai di rumah tidak lagi mau main dan belajar.

Ada baiknya juga jika ibu  mempertimbangkan kembali untuk tidak membawa anak ke kantor  pada situasi hatic dengan hiruk-pikuk deadline. Bagaimanapun membawa anak ke kantor jelas akan memecah konsentrasi ibu antara mengurusi anak dan  pekerjaan. 

Kondisi lain yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan tempat istirahat. Bekerja didepan komputer dengan menggendong anak yang sedang tidur juga bukan pilihan yang baik jadi ketersediaan tempat istirahat seperti sofa panjang ataupun kasur lipat perlu diprioritaskan.

***

Well, itulah 3 hal yang perlu diperhatikan oleh ibu bekerja jika akan mengajak anak ke kantor dari versiku sebagai seorang working mom yang kerap sekali membiarkan anak ikut serta ke kantor dengan konsekuensi harus pandai-pandai membagi konsentrasi. 

Semua pilihan wanita terhadap pola asuh anaknya tidak ada yang pantas untuk disalahkan. Pilihan seorang ibu untuk mengajak anak ke kantor, menitipkan kepada orang tua, baby sitter atau daycare, semua pasti melalui pemikiran panjang  dan menjadi keputusan terbaik. Tidak perlu men-judge seorang ibu bekerja adalah tidak lebih baik dari ibu yang stay di rumah. Cukuplah untuk tidak lagi terlibat dalam mompetition.

Yuks tetap jadi ibu yang waras dan tetap produktif !

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Tuesday, 19 September 2017

Review TPA IT Baiti Jannati, Sekolah dan Daycare Rafa

September 19, 2017 5
Assalamualaikum Wr. Wb.


Yeay, akhirnya Rafa kembali masuk sekolah. Sebelumnya aku pernah cerita di blog ini kalau Rafa sudah mulai sekolah di PAUD BAKTI PERTIWI. Sekolah yang baru saja dirintis dan diresmikan di kampung tempat tinggal kami. Muridnyapun masih terbatas, belum memiliki ruang kelas yang tetap karena selama ini masih dilakukan di area outdoor di Taman Cerdas Kelurahan Jebres. Bahkan belum ada kualifikasi kelas berdasarkan usianya, jadi ada yang usianya masih dibawah 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun dan usia 5 tahunpun juga dicampur dalam satu tingkat. Jelas sekali hal tersebut akan mengakibatkan kesenjangan. 






Di PAUD BAKTI PERTIWI ini masuknya 3 kali seminggu setiap pukul 8 pagi sampai maksimal pukul 10 pagi setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Hampir seluruh wali murid selalu menunggu dan mengikuti proses belajar mengajar. Sedangkan Rafa sebagai anak seorang workingmom tidak mungkin kan ditungguin ibunya, jadi selama ini yang mengantar, menunggu dan menjemputnya sekolah adalah 'mbaknya' yang biasa momong. Entah kenapa Rafa hanya bertahan mengikuti program sekolah PAUD ini selama kurang dari satu semester, selebihnya dia mogok sekolah dan memilih dirumah saja.


Aku tidak memaksakan Rafa sekolah dini, jadi kalau dia tidak mau masuk sekolah aku tidak pernah memaksanya. Dan hasilnya selama berbulan-bulan dia gak pernah lagi masuk sekolah di PAUD tersebut. Aku pikir no problem, biarkan dia dirumah dulu bersama mbaknya, mungkin aku baru akan memasukkannya ke sekolah formal setelah usianya 4 atau 5 tahun. Sementara biarkan dia bermain dan belajar dirumah, namun pada akhirnya aku kembali mendaftarkannya ke sekolah dan daycare lain karena tiba-tiba mbak pengasuhnya sakit magh kronis dan sering pamit tidak masuk kerja. Okelah aku tidak mungkin memaksa orang sakit untuk bekerja padaku, jadi kuberi kelonggaran kepadanya untuk tidak lagi momong Rafa tetapi hanya sekedar cuci-setrika serta beres-beres rumah sekalian menemani ibu mertua dirumah.  Pokoknya kerja semampu dia dengan konsekuensi gaji tidak bisa full seperti sebelumnya. Aku pikir itu kesepakatan yang mutualisme.


Awalnya aku kebingungan, dimana ada sekolah yang bisa menerima murid baru setelah lewat dari tahun ajaran baru. Tapi alhamdulillah setelah survey dibeberapa sekolah ketemulah dengan TPA IT Baiti Jannati yang beralamat di Perum Tiara Ardi Kelurahan Mojosongo, tak jauh juga dari rumah kami. Nah pada tulisan kali ini aku akan sedikit sharing tentang sekolah ini.

Lokasi dan Bangunan Sekolah

TPA IT Baiti Jannati beralamat di Perum Tiara Ardi A.3 RT 04 RW 35 Sabrang Kulon, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Lokasinya berada di tengah-tengah perumahan modern, namun tidak begitu ramai dengan lalu lintas kendaraan sehingga hal ini akan memberi keamanan kepada anak. Aku dan suami sangat cocok dengan sekolah dan daycare ini karena tidak jauh dari tempat tinggal kami, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit perjalanan dengan mengendarai sepeda motor. Akses jalan menuju lokasi juga tidak crowded, tidak melalui traffic light dan aman dari kemacetan. 

Kelas baby TPA IT Baiti Jannati
Bangunan sekolahnya berbentuk rumah sederhana namun telah didekorasi dan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas permainan dan edukasi anak. Terdiri dari 2 bangunan yang terpisah yaitu bangunan satu yang dikhususkan untuk kelas baby (usia 0-2 tahun) dan bangunan 2 untuk kelas Creative/KB (usia 2-4 tahun) dan kelas Genius/TK  (usia 4-6 tahun).

Berbasis Islam Terpadu

Kelas Creative dan Genius TPA IT Baiti Jannati Kelurahan Mojosongo
Ini yang terpenting buat kami karena aku ingin sekali membekali Rafa dengan pengetahuan agama sedini mungkin. Karena agama adalah pondasi dalam membentuk keimanan dan kepribadian anak. Pembelajaran ditekankan pada pengusaan terhadap rukun iman seorang muslim yang diikuti dengan pembelajaran seperti hafalan bacaan dan gerakan sholat, hafalan doa-doa sehari-hari, Iqro', Al Qur'an, Tahfidz dan pembiasaan akhlak islami.

Fasilitas dan Materi Pembelajaran

Berikut ini fasilitas yang diterima anak saat berada di lingkungan sekolah :
  1. Makan siang 1x, snack dan buah
  2. Mandi air hangat
  3. Stimulasi tahap perkembangan anak
  4. Konsultasi Psikologi
  5. Pemeriksaan Kesehatan
  6. Pijat Baby (Kelas baby)
  7. Kegiatan main anak sentra
  8. Iqro', Al Qur'an, Tahfidz dan pembiasaan akhlak islami
  9. Renang
  10. Outbond
  11. Outing Class
Konsultasi Psikologi
Sedangkan materi kegiatan bermain anak yang dilakukan adalah sebagai berikut :
  1. Stimulasi kelas baby sesuai dengan tahap usia perkembangan anak
  2. Kegiatan Sentra meliputi sentra ibadah, sentra sains, sentra balok, sentra memasak, sentra olah tubuh, sentra persiapan, sentra bermain peran, sentra seni dan sentra bahasa.
  3. Outbond dengan mengunjungi kebun, taman, lapangan dan lain-lain
  4. Outing Class dengan mengunjungi kantor pos, kantor polisi, pembuatan tahu/roti, museum batik dan lain-lain.
Kegiatan Sentra
Pengurus dan Pendidik

TPA IT Baiti Jannati dikelola oleh Yayasan Pendidikan Baiti Janati Surakarta dengan Nomor SK Operasional : 431.3/730/PNF/2012 dan tentunya telah terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Surakarta.

Tenaga pendidik di TPA IT Baiti Jannati terdiri dari 3 guru/bunda pada setiap tingkat kelas dengan jumlah murid masing-masing tingkat sekitar 25 murid. Menurutku sebanyak 25 murid dengan didampingi oleh 3 guru sudah sangat memadai dan tidak akan kuwalahan dalam mengasuhnya.

Syarat Pendaftaran dan Biaya

Jika ayah ibu bermaksud mendaftarakan sekolah si kecil di TPA IT Baiti Jannati, dokumen yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :
  1. Foto Copy Akte Kelahiran Anak
  2. Foto Copy Kartu Keluarga
  3. Foto Copy KTP Ayah dan Ibu
  4. Foto Copy KMS (Kartu Menuju Sehat)
  5. Mengisi Formulir Pendaftaran
  6. Pas Foto 3x4 sebanyak 2 lembar
  7. Foto keluarga ukuran 4R sebanyak 1 lembar
Biaya :

Biaya Sekolah di TPA IT Baiti Jannati Tahun Ajaran 2017/2018

Perlengkapan yang Dibawa dari Rumah Jika Ikut Fullday

Di TPA IT Baiti Jannati ayah ibu dapat memilih untuk menyekolahkan anak saja dan dijemput maksimal jam 14.00 WIB atau fullday sampai jam 16.00 WIB. Jika fullday ayah ibu harus mempersiapkan bekal buat si kecil berupa perlengkapan berikut :
  1. Perlengkapan mandi (sabun mandi, sampo, handuk, sikat dan pasta gigi)
  2. Baju ganti
  3. Air Minum
  4. Susu (jika masih minum susu)
Semua perlengkapan diatas diberi nama agar tidak tertukar dengan milik murid lainnya.

Baca juga : Bekal Sekolah Rafa

Komunikasi Guru dan Wali Murid

Masing-masing murid akan mendapatkan buku komunikasi yang berisi catatan kegiatan anak selama disekolah. Buku tersebut akan dibawakan pulang setiap hari sehingga orang tua dapat mengetahui apa saja  aktivitas anak selama disekolah serta memonitoring perkembangannya. Selain buku komunikasi ini, secara informal juga terdapat grup Whatsapp yang anggotanya terdiri dari kepala sekolah, guru, bunda pengasuh dan seluruh wali murid. Grub tersebut berfungsi sebagai media komunikasi sekunder namun dapat diterima secara cepat.

Kontak

Alamat : Perum Tiara Ardi A.3 RT 04 RW 35 Sabrang Kulon, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
Telephone : 0271 857701
Handphone : 085647062624
Email : tpait.baitijannati@gmail.com

***

Itulah sedikit review yang dapat aku tuliskan tentang TPA IT Baiti Jannati setelah Rafa sekolah dan dititipakan disana selama sekitar satu bulan. Semoga tulisan ini bermanfaat buat ayah dan ibu yang sedang mencari sekolah dan tempat penitipan anak untuk buah hati.

Waalaikumsalam Wr. Wb.


Monday, 18 September 2017

Pernah Memiliki Riwayat Abortus, Berikut 5 Cara yang Aku Lakukan dalam Menjaga Kehamilan pada Trimester Pertama

September 18, 2017 6
Assalamualaikum Wr. Wb.




Kekawatiranku dalam menghadapi kehamilan yang ketiga ini memang belum hilang tetapi setidaknya sekarang sudah mulai lebih santai dan rileks karena akhirnya aku berhasil melewati masa trimester pertama. Dengan riwayat abortus pada kehamilan sebelumnya membuatku sangat berhati-hati dalam melakukan aktivitas demi menjaga kehamilan ini. Apalagi saat masih didalam masa trimester pertama, aku benar-benar meng-cut-off semua kegiatan yang terlalu beresiko. Masa trimester pertama adalah masa yang sangat rawan dan rentan-rentannya mengalami keguguran. Selain itu trimester pertama merupakan waktu yang sangat penting bagi perkembangan janin, karena pada saat inilah organ-organnya akan mulai terbentuk.

Menjaga Kehamilan di Trisemster Pertama dengan Riwayat Abortus
Alhamdulillah Tuhan  masih memberikan kesempatan padaku melewati kehamilan trimester pertama dan melangkah satu tingkat lagi menuju trimester kedua. Ya, sekarang usia kehamilanku sudah menuju 20 minggu yaitu sekitar 5 bulan. Banyak hal yang telah aku lewati pada awal kehamilan, sebuah proses yang unik, mencemaskan, menyenangkan dan melelahkan namun benar-benar mensyukuri. Aku berusaha sebaik mungkin untuk menjaga karunia Tuhan yang tak ternilai harganya ini. Mendengar berita kehamilan itu merupakan anugerah yang paling mengharukan bagiku karena Allah begitu cepat mengabulkan doa-doaku dan suami untuk segera mendapatkan pengganti atas kehamilan kedua yang tidak bisa dipertahankan.

Berikut ini beberapa cara yang aku lakukan untuk menjaga kehamilan pada trimester pertama :

1. Konsultasi Rutin Pada Dokter Ahli

Sejak awal menyadari kehamilan ini aku langsung menemui dokter spesialis kandungan untuk memastikan bahwa kehamilan ini sehat. Aku tak pernah malu menceritakan seluruh riwayat kesehatan dan kehamilanku kepada dokter yang telah kupilih dan kupercaya untuk menemaniku menjaga kehamilan ini. Keluhan sedikitpun selalu aku ceritakan. Bersikap terbuka penting untuk dilakukan agar semua perubahan dan keluhan dapat tersampaikan sehingga hal-hal yang membahayakan kesehatan janin dan ibu dapat dihindari.


Selalu mengkomunikasikan apa saja yang terjadi pada tubuhku kepada dokter pada masa kehamilan ini. Misalnya saja segera mengunjungi dokter saat mendapati flek/pendarahan pada trisemster pertama. Pada kehamilan ketiga ini aku juga sempat mengalami pendarahan ringan yaitu berupa flek tipis sekitar dua hari lamanya. Aku tidak menunda-nunda untuk menemui dokter dan memastikan kondisi janin baik-baik saja serta pendarahan itu dapat segera dihentikan. Dokter juga memintaku untuk bedrest selama tiga hari, menambahkan obat penguat kandungan dan multivitamin. Aku tidak mau kehilangan lagi makanya apapun yang diperintahkan dokter aku lakukan. Obat dan vitamin rutin aku minum setiap hari.

2. Menghindari Stress

Perubahan hormonal yang terjadi pada trimester pertama kehamilan juga berdampak pada psikologis sang ibu. Umumnya wanita yang sedang hamil muda cenderung sensitif dan mudah tersinggung, Hal ini jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan stress yang juga berdampak pada kesehatan janin. Ya, pernyataan itu benar-benar aku hadapi karena pada trimester pertama aku jadi mudah tersinggung, mudah merasa bahagia dan mudah sedih pula. Pikiran aneh-aneh seperti kemungkinan keguguran lagi serta perkembangan janin yang tidak sesuai juga sempat melintas dikepalaku namun semuanya segera aku tepis.

Aku selalu mencoba berserah diri kepada sang pencipta, rileks dan selalu menjaga hati. Aku juga mengurangi tawaran pekerjaan yang di deadline terlalu mepet serta berusaha mengurangi aktivitas yang terlalu menguras pikiran.

3. Menjaga Asupan Gizi

Ini penting karena perkembangan janin tergantung dari apa yang dikonsumsi oleh ibunya. Alhamdulillah pada trimester pertama aku masih bisa makan meskipun mual dan morning sick tidak juga dapat dihindari. Aku tetap memaksakan diri untuk makan meskipun sedikit-sedikit. Buah-buahan, sayur, protein juga aku prioritaskan dalam menu keseharian.

Makanan yang menjadi pantangan ibu hamil berusahan aku hindari. Mencoba untuk tidak lagi mengkonsumsi cafein, mie instan, junk food dan sederet makanan berbahaya lainnya.

4. Tetep Melakukan Aktivitas Ringan

Meskipun aku harus berhati-hati dalam menjaga kehamilan trimester pertama, namun aku tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Hanya saja mengurangi aktivitas yang terlalu berat. Aku masih tetap masuk kerja tapi sudah membatasi diri untuk angkat-angkat barang yang terlalu berat. Aktivitas berkendara juga aku hentikan pada trimester pertama, termasuk pekerjaan rumah yang berat-berat seperti mencuci, mengepel dan menggendong anak juga aku hindari.

5. Istirahat Cukup

Mencoba untuk memahami tubuh sendiri adalah salah satu upaya menjaga kehamilan pada trimester pertama yang wajib dilakukan. Selalu mendengarkan apa kata tubuh, segera menghentikan aktivitas saat merasa lelah dan tidak memaksakan diri menyelesaian pekerjaan jika memang tubuh sudah tidak mampu. Bergadang juga tidak dianjurkan bagi ibu hamil baik pada trimester pertama maupun pada dua trimester berikutnya.

Itulah beberapa hal yang aku lakukan untuk menjaga kehamilan di trimester pertama dan masih tetap akan aku lakukan sampai waktunya bersalin tiba. 

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Saturday, 16 September 2017

Daftar Dokter Spesialis Anak di Wilayah Solo Raya

September 16, 2017 4
Assalamualaikum Wr. Wb.




Daftar Dokter Spesialis Anak di Wilayah Solo Raya
Semanjak dianugrahi seorang anak, maka mau tidak mau ayah ibu akan menjadi lebih familiar dengan Dokter Spesialis Anak (DSA). Berikut ini aku salinkan daftar Dokter Spesialis Anak yang ada di wilayah Solo Raya untuk dapat dijadikan acuan ayah ibu jika suatu saat butuh menemui DSA.

No
Dokter
Tempat Praktik
Jadwal Praktik
A.      KOTA SOLO
1
H. Rustam Siregar, dr. Sp.A
Poli Cendana Anak RS Moewardi
Poli Anak Infeksi RS Moewardi
RS Panti Waluyo
Selasa pagi
Rabu Pagi
Senin – Jumat Pukul 18.00 – Selesai
2
dr. Mustarsid, Sp.A
RS Kustati

Senin – Kamis Pukul 13.00 – 14.00 WIB
3
dr. Evi Rokhayati Sp.A, M.Kes
Poli Cendana Anak RS Moewardi
Poli Anak Gastroenterohepatologi RS Moewardi
RS Hermina
Sabtu Pagi
Kamis Pagi

Rabu & Jumat Siang
4
dr. Agustina Wulandari, Sp.A, M.Kes
Poli Cendana Anak RS Moewardi
Senin – Jumat Pagi
5
dr. Diah Lintang Kawuryan
Poli Cendana Anak RS Moewardi
Poli Anak Alergi Imunologi RS Moewardi
Selasa Pagi
Rabu & Jumat Pagi

6
dr. Dwi Hidayah SpA, Mkes
Poli Cendana Anak RS Moewardi
RS Kasih Ibu
Selasa & Kamis Pagi
Rabu, Jumat, Sabtu, Minggu
7
dr Sri Martuti SpA(K) MKes
Poli Cendana Anak RS Moewardi
Selasa Pagi
8
dr Muhammad Riza Sp.A Mkes
Poli Cendana Anak RS Moewardi
Poli Anak Hematologi
Senin – Sabtu Pagi
Selasa, Kamis dan Sabtu Pagi
9
dr. Husnia Auliatul Umma SpA M.Kes
Poli Cendana Anak RS Moewardi
Poli Anak infeksi RS Moewardi
Selasa, Kamis dan Sabtu Pagi
Jumat Pagi
10
dr Septin Widirernani Sp.A M.Kes
Poli Cendana Anak RS Moewardi
Poli Anak Hematologi RS Moewardi
RS Hermina
Senin – Sabtu Pagi
Senin, Rabu dan Jumat Pagi
Selasa & Kamis Siang
11
dr. Hj. Rusmawati, Sp.A, M.Kes
RS PKU Muhammadiyah Solo

Klinik Cerdas Ceria Sumber
Senin- Sabtu Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Malam
12
dr. Oktora Wahyu W, Sp.A, M.Kes
RS PKU Muhammadiyah Solo

Senin- Sabtu Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Malam
13
dr. Arie Hapsari, Sp.A
RS PKU Muhammadiyah Solo

Senin, Rabu & Jumat Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Selasa, Kamis & Sabtu Pukul 12.00 – 14.00 WIB
14
dr. Dina Rismawati, Sp.A. M.Sc
RS PKU Muhammadiyah Solo

Senin, Rabu & Jumat Pukul 12.00 – 14.00 WIB
Selasa, Kamis & Sabtu Pukul 0800 – 12.00 WIB
15
Prof. Dr. dr. H Bambang Subagyo Sp.A
RS Moewardi
RS PKU Muhammadiyah Solo
Praktik Mandiri Daerah Pasar Nongko
Senin & Kamis Pagi
Senin & Kamis Pukul 12.00 – Selesai
Malam
16
dr. Ismiranti Andarini M.kes
Poli Cendana Anak RS Moewardi
Poli Anak Pulmonologi
RS Kustati
Praktik Mandiri di Depan SMA N 2
Selasa – Kamis Pagi
Senin Pagi
Rabu & Sabtu
Malam
17
dr. Annang Giri Moelyo Sp.A
RS Moewardi
Poli Cendana Anak
Poli Anak Endrokrinologi
RS Kustati
Praktik Mandiri Jl. Bengawan Solo No 37, Semanggi

Senin Pagi
Selasa & Kamis Pagi
Senin – kamis Pukul 15.00 – 16.00 WIB

18
Dr. Sri Lilijanti Wijaya, Sp.A
RS Moewardi
Poli Cendana Anak
Poli Anak Kardiologi
RS dr. Oen Kandang Sapi
Praktik Mandiri di Boyolali

Selasa, Kamis, Jumat & Sabtu Pagi
Senin, Rabu & Sabtu Pagi
19
dr. Bagus Artiko SpA M.Kes
RS Moewardi
Poli Cendana Anak
Poli Anak Kardiologi
RS PKU Muhammadiyah Solo

Senin, Rabu & Selasa Pagi
Selasa, Kamis & Jumat Pagi
Senin & Kamis Pukul 18.00 – 20.00 WIB
20
dr. Endang Dewi Lestari Sp.A
RS Moewardi
Poli Cendana Anak
Poli Anak Nutrisi & Penyakit Metabolik

Senin, Rabu & Kamis Sore
Selasa & Jumat Pagi
21
dr. Fadhilah Tia Nurs,Sp.A (Subspesialis Saraf Anak)
RS Moewardi
Poli Cendana Anak
Poli Anak Neurologi
RS Kasih Ibu
RSIA Amanah

Senin – Rabu Pagi
Selasa, Kamis & Sabtu Pagi
Senin, Kamis & Jumat
22
dr. Ganung Harsono SpA(K)
RS Kasih Ibu
RS PKU Muhammadiyah Solo
Praktik Mandiri di Jl. Kenanga 81 Badran Telp .0811284638
Senin, Kamis & Jumat Siang
Selasa & Jumat Pukul 13.00 - Selesai
23
Prof. Dr Harsono Salimo SpA(K) (Subspesialis Tumbuh Kembang)
RS Moewardi
RS dr. Oen Kandang Sapi
Klinik Mandiri di Jl. Gatot Subroto 196 Solo Telp 0811295100

24
dr. Pongky Suryotriwati Sp.A
RS Panti Waluyo
RS dr. Oen Kandang Sapi dan Solo Baru
RS Indriati
Senin- Sabtu Pukul 12.00 – 14.00 WIB
25
dr. Johny Sugiarto Sp.A
RS dr. Oen Kandang Sapi
Apotek Tjoyudan depan Masjid Fatimah

26
dr. Muhammad Wildan Sp.A
RS dr. Oen Kandang Sapi
Praktik Mandiri di Belakang RS dr. Oen Kandang Sapid an di Dekat Kelurahan Pajang

27
dr. Pudjiastuti Sp.A
Poli Cendana Anak RS Moewardi
RS Brayat
RS dr. Oen Kandang Sapi
Kamis Pagi
28
dr. Cahalafa Sinta Sp.A
RS Hermina
RSUD Ngipang Surakarta
Klinik Habil Syifa
Selasa & Kamis Sore
29
dr. Corina Lisa, Sp.A
RS Hermina

RS Sarila Husada Sragen
Senin – Selasa & Kamis, Sabtu, Minggu Pagi
30
dr. Eka Sari Astuti, Sp.A, Msc
RS Hermina
Senin – Sabtu Pukul 09.00 – 14.00 WIB
31
dr. Isna Nurhayati, Sp.A
RS Hermina

RS Nirmala Suri Sukoharjo
Senin & Rabu Sore
Sabtu Siang
32
dr. Eva Musdalifah, Sp.A
RS Hermina
Selasa, Kamis, Jumat & Sabtu
33
dr. Shinta Riana, Sp.A
RS Hermina
Senin, Rabu, Jumat & Minggu
34
dr. Fauzia Arih Nurindirani, Sp.A
RS Kustati
Senin – Sabtu Pukul 08.00 – 13.00 WIB
35
dr. Ngatrini, Sp.A
RS Kustati
Rabu & Jumat Pukul 13.00 – 14.00 WIB
36
dr. Hj. Yulidar Hafidh, SpA(K)
RS Kasih Ibu

RS Triharsi
RS Moewardi
Praktik Apotek Bunda / Klinik Graha Bunda depan Paragon Mall
Senin, Selasa & Kamis Pukul 15.00 – 17.00 WIB
Siang

Pagi pukul 07.00 – 09.00 WIB dan Malam Pukul 19.00 – 21.00 WIB
37
dr. MN Ardi Santoso SpA, M.Kes
RS Kasih Ibu
Senin – Kamis & Sabtu Pukul 19.00 – 20.00 WIB
38
dr. Sunyataningkamto, SpA
RS Kasih Ibu
RS Triharsi
Senin – Sabtu Pukul 08.00 – 11.00 WIB
39
dr.Maria Galuh K.Sari, Sp.A.,M.Kes
RS Triharsi
RS UNS

Senin, Rabu dan Jumat
40
Astri Tantri Indriani, dr., Sp.A., M.Kes
RS UNS
RS Indriati
Selasa, Kamis dan Jumat
Senin – Jumat Pukul 14.00 – 17.00 WIB
41
dr. Suwardi SpB, SpBA
(Subspesialis Bedah Anak)
Poli Cendana Bedah Anak RS Moewardi
Poli Bedah Anak RS Moewardi
Selasa, Kamis & Jumat Pagi
Selasa – Sabtu Pagi
42
dr. Nunik Agustriani SpBA (Subspesialis Bedah Anak)
Poli Cendana Bedah Anak RS Moewardi
Poli Bedah Anak RS Moewardi
RS dr. Oen Solo Baru
RS dr. Oen Kandang Sapi
Senin, Rabu, Kamis & Sabtu Pagi
Senin & Kamis Pagi
43
Dr. Guntur Surya
SpB-SpBA (Subspesialis Bedah Anak)
RS Kasih Ibu
Senin & Kamis Pukul 14.00 WIB
KABUPATEN SUKOHARJO
44
dr. Suhud Budiono SpA
RS dr. Oen Solo Baru
Apotek Cepat Sehat Grogol Telp. 0271620762
Senin – Sabtu Pukul 08.00 – 14.00 WIB
45
dr Putri Meneng Kusumoindiah, SpA
RS dr. Oen Solo Baru

Senin – Sabtu Pukul 08.00 – 14.00 WIB
46
dr Didik Sugiyatno, SpA
RS dr. Oen Solo Baru
Senin – Sabtu Pukul 09.00 – 10.00 WIB
47
dr Lucy Endang Savitri SpA
RS Indriati
Apotek Nira Farma Makamhaji
Senin – Sabtu Pukul 08.00 – 10.00 WIB
48
dr. Sunu, Sp.A, M.Kes
RS Indriati
Senin – Jumat Pukul 11.00 – 13.00 WIB
KABUPATEN KARANGANYAR
49
dr Elief Rohana SpA Mkes
RSUD Karangayar
RS PKU Muhammadiyah Karanganyar
Praktik Mandiri di Belakang SMK PGRI Karangayar

50
dr Bambang SpA
Praktik di Depan Gedung Golkar Karanganyar

51
dr. Septiarko, Sp. A
RSUD Karangayar
RS PKU Muhammadiyah Karanganyar
Praktik di Belakang SMP N 1 Karanganyar

52
dr. Triswi, Sp.A
RS AU dr. Siswanto
Senin – Jumat Pukul 14.00 – 16.00 WIB
53
dr Zustain SpA
Klinik dr. Ika Klengen Colomadu
RSUD Wonogiri

KABUPATEN WONOGIRI
54
dr. Pratikto Widodo, Sp.A
RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Jl. Jend A. Yani No. 40 Wonogiri Telp: (0273) 321042

55
dr. Khairunisa Wardani, Sp.A
RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, PKU Nambangan Selogiri,
RS Amal Sehat Slogohimo,
Apotik Prisma Jl. Pelem Giritirto Wonogiri

56
dr. M. Suryanto, Sp.A
Praktik Mandiri di Jl. Ahmad Yani Giripurwo

KABUPATEN SRAGEN
57
dr Oriono Raharjo SpA
RS Sarila Husada,
RSIA Restu ibu,
Apotek Intisari

58
dr Widya Permatasari
RSUD Dr. Soeratno Gemolong

59
dr Widiatmojo SpA
RS Amal Sehat
Senin – Jumat Pukul 11.00 WIB
60
dr. Ari Dwi Ratna Kusumaningrum, M.Sc.Sp.A
RSUD Dr. Soeratno Gemolong
Senin – Sabtu
KABOPATEN BOYOLALI
61
dr. Noor Alifah, Sp.A
RSUD Pandan Arang, RS As Syifa

62
dr. Ahmad Faizal, Sp.A
RSUD Pandan Arang

63
dr. Ning Djarwati, Sp.A
Apotek Asalam,
RS Umi Barokah
Senin – Sabtu Pagi
KABUPATEN KLATEN
64
dr. Muslihah, Sp.A
RS Tirtonegoro

65
dr. Desi
RS Tirtonegoro

66
dr. Vita Susianawati, Sp.A
RS PKU Muhammadiyah Delanggu

67
dr. H. Sriyono, Sp.A
RS PKU Muhammadiyah Delanggu

68
dr. Ani Isti R, Sp.A
RSIA Aisyiyah Klaten
Senin – Sabtu Pukul 08.00 – 12.00 WIB
69
dr. H. Nov Sugiyanto, Sp.A
RSIA Aisyiyah Klaten
Rabu & Jumat Pukul 14.00 – 16.00 WIB
70
dr. Adip Hermawan, Sp.A
RSIA Klaten

 
Waalaikumsalam Wr. Wb.

Created by Eping Solo