Kuliner Khas Pacitan yang Selalu Bikin Rindu untuk Mudik

October 19, 2017
Assalamualaikum Wr. Wb.

Sudah hampir lima bulan belum mudik lagi ke kampung halaman dan tetiba merasa kangen dengan masakan ibu serta berbagai kuliner Pacitan yang begitu khas pedesaan. Entahlah ini ngidam atau apa namanya, aku jadi kepengen makan makanan yang dulu sering aku makan sebelum beranjak ke kota Solo.  Ada yang udah pernah mencicipi kuliner khas Pacitan? Kalau sudah berarti kalian tidak akan asing dengan sego tiwul. Merupakan makanan khas daerah pegunungan dan pesisir pantai selatan yang banyak ditemui di daerah Gunung Kidul, Wonogiri dan Pacitan.

Baca juga : Pacitan : Special Weekend

Selain sego tiwul, Pacitan juga memiliki beragam kuliner yang patut untuk dicoba jika teman-teman mampir ke daerah ini. Ini nih aku kasih bocoran beberapa kuliner khas Pacitan yang tidak akan dapat ditemui di tempat lain. Tentunya akan selalu bikin rindu untuk segera mudik jika kalian adalah seorang perantau macam aku gini. Apalagi kalau lagi hamil begini, bakalan ngiler terus kalau gak keturutan. 

Beberapa kuliner khas Pacitan yang selalu bikin rindu untuk mudik versi Ibunya Rafa :

1. Sego Tiwul lawuh Layur Goreng lengkap karo Lalapan lan Sambel Bawang

Sego dalam bahasa Indonesia adalah nasi sedangkan Tiwul adalah nama dari sumber karbohidrat yang berasal dari pohong yang dikeringkan, dijadikan tepung dan dioleh menjadi nasi sebagai pengganti beras. Tiwul ternyata memiliki kandungan kalori yang rendah dibandingkan dengan nasi putih namun sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh sehingga sangat cocok dijadikan salah satu hidangan menu diet.



Zaman dulu aku sering banget lihat mbah wedok masak sego Tiwul, lauknya adalah Layur Goreng, lalapan dan tidak lupa sambel bawang yang pedesnya langsung bikin serasa melayang. Kalau udah dimasakin begini aku bakal nambah berkali-kali (lap iler dulu... tisu mana tisu... ).

Bagi teman-teman yang hanya sekedar mampir ke Pacitan, kalian bisa loh menikmati kuliner lezat ini di warung-warung sepanjang pantai Teleng Ria atau kalau mau naik dikit bisa berkunjung ke Rumah Makan Lesehan Bukit Indah yang berlokasi di kawasan desa Sedeng.

2. Punten

Punten mas... hehehehe. No, bukan ungkapan permohonan maaf maksudnya tapi Punten adalah salah satu nama kuliner khas Pacitan yang terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dan ditumbuk halus sehingga menyerupai jadah. Rasanya gurih dan sering sekali dijadikan menu sarapan oleh sebagian besar penduduknya. Punten sering aku temui saat ada acara arisan atau kerja bakti bangun desa sebagai menu pembuka yang cocok untuk mengganjal perut sebelum menu utama keluar.


Di pasar-pasar tradisional, Punten dijual dengan dicocolkan serundeng atau sambil nyokot tahu/tempe bacem, nikmat juga jika ditambah sambel. Dulu aku selalu minta dioleh-olehi Punten tiap kali ibu pergi ke pasar. Dan sekarang kelezatan kuliner ini kembali menghantuiku untuk segera mudik ke kampung halaman. "Mak, oleh-olehke punten yo" Itulah pesan singkatku saat masih kecil tiap kali ibuku pamitan mau ke pasar hehehe. 

Makanan ini biasanya hanya dijual diwaktu pagi sehingga jika teman-teman penasaran ingin mengcicipinya silahkan datang langsung ke pasar-pasar tradisional di Kabupaten Pacitan pagi-pagi. Punten ini juga paling nikmat disantap saat kondisi masih hangat dan dibungkus dengan godong jati.

3. Cenil

Ya Allah aku beneran ngidam makanan ini. Nyari-nyari di Solo koq gak ada. Cenil adalah salah satu jajanan pasar yang terbuat dari tepung pati yang dicetak bulat-bulat seperti cilok tetapi memiliki tekstur yang kenyal dan dibuat warna-warni dengan tambahan pewarna makanan. Biasanya cenil akan disajikan dengan godong gedang, ditaburi parutan kelapa, dan di kasih saus gula aren/ gula jawa.


Tidak semua pasar tradisional di Pacitan ada yang jualan cenil jadi kuliner ini sangat langka. Satu-satunya pasar tradisional yang selalu menjual cenil adalah Pasar Arjowinangun dan akan selalu menjadi rebutan pembeli.

4. Soto Pacitan

Sebenarnya soto bukanlah makanan khas karena hampir disetiap daerah selalu mudah kita dapati. Perbedaan Soto Pacitan dengan soto-soto lain adalah adanya tambahan taburan kacang goreng. Soto Pacitan sering sekali dijadikan menu hajatan oleh penduduknya, misalnya pada acara syukuran, arisan, atau bahkan menjadi hidangan wajib saat lebaran.


5. Sale Anggur

Dinamakan sale anggur karena dikemas seperti buah anggur dengan dibungkus kertas minyak berwarna-warni. Bahannya adalah pisang awak yang dipotong tipis dan dikeringkan langsung dibawah sinar matahari. Sale anggur paling diminati oleh anak-anak karena bentuknya yang lucu. Sekarang sale anggur sudah sangat mudah kita dapatkan di toko-toko oleh-oleh di kabupaten Pacitan.


6. Jangan Lombok

Dulu Bapakku adalah seorang tukang kayu yang sering sekali memperkerjakan orang buat menebang dan angkut-angkut. Setiap ada pekerja, ibu selalu memasakkan mereka dengan menu utama nasi dan jangan lombok. Konon sayur ini dapat menggugah semangat dan stamina para tukang.


Jangan lombok ini mirip dengan sayur lodeh hanya saja bahan dasarnya yang utama adalah irisan lombok rawit campur lombok ijo dengan sedikit campuran tahu/tempe. Paling mantab dinikmati saat masih panas dengan nasi putih yang pulen serta lalapan godogan daun pepaya muda. Dijamin deh habis itu bakalan bikin dower nih bibir hehehehe. Bagi yang tidak punya nyali dengan kuliner pedas, aku sarankan jangan mencoba masakan ini.

Sabar ya dek (elus-elus perut) Ayah Ibu atur waktu dulu biar bisa mudik dan kembali menjelajahi semua kuliner diatas. 

Sumber gambar :
http://www.redio.in
http://www.ningsavin.com
http://surabaya.tribunnews.com 
https://travelingyuk.com
http://resepedia.web.id

Wassalamualaikum Wr. Wb.

6 comments:

  1. kalo aku kangen sama semur jengkol buatan emak
    itu yang bkin pengen cepet pulan kampung hehehehe

    ReplyDelete
  2. Sego tiwul kalau di Kediri sudah ada tiwul instan Mbak, jadi saya tinggal bawa/dikirim keringnya, nanti di Jakarta tinggal dikukus...
    Untuk punten di Kediri dimakan sama pecel
    Soto dan jangan lombok sama
    Soto belum pernah pakai taburan kacang
    Sale anggur belum pernah tahu..:D

    ReplyDelete
  3. Ceni ama jangan lombok aku srg dimasakin ama babysitterku duluuu. Jd dulu aku diasuh ama babysitter yg asalnya dr pacitan mba. Kita dulu tinggal di aceh, dan baby sitter ini ikut kemanapun keluargaku pindah. Sesekali dia masakin kita makanan khas pacitan, ato bawain oleh2 gitu kalo mudik ke sana. Yg aku inget bgt ya cenil ama jangan lombok. Penasaran ama nasi tiwul, tp dia bilang susah bikinnya krn g ada bahan :p

    ReplyDelete
  4. pernah dibawain sama temen sale anggur. kirain apaan. Bungkusnya tipis dan berlapis-lapis. Pas udah kebuka, ternyata sale. Tipis dan berlapis-lapis juga. Telaten banget ya bikinnya, menggulungnya sampai membentuk bulat kayak kelereng gitu

    ReplyDelete
  5. Ya Allah itu cenilnya menggoda banget Mba. Jadi inget dulu kalo nemenin mama ke pasar pasti dibeliin cenil. Sekarany udah susah carinya :(

    ReplyDelete
  6. Aakkk... tidak. Semua makanannya kok bikin aku laper!

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan pesan, senang dapat sharing dengan Anda :)

Powered by Blogger.