Mengembangkan Kemampuan Bersosialisasi Anak 2 Tahun, Mulailah dengan Memperbaiki Pola Pengasuhan

February 02, 2017
Assalamualaikum Wr. Wb.


Bagaimana cara mengembangkan memampuan bersosialisasi anak 2 tahun? Awalnya aku hanya bisa menjawab "whatever" saat ada yang melontarkan perntanyaan itu kepadaku. Karena aku pikir anak usia 2 tahun itu kemampuan sosialisasinya baru sebatas bermain, bermain dan bermain. Bahkan selama ini aku sudah cukup bangga saat anakku dapat bermain dengan baik tanpa diakhiri sebuah tangisan. Ya, aku pikir anak usia 2 tahun adalah anak yang sedang berada pada fase bermain dan eksplorasi.

Any way setelah aku gugling-gugling di internet, ternyata kemampuan sosialisasi anak usia 2 tahun tidak hanya sebatas bermain. Kemampuan bersosialisasinya mencakup kemampuan komunikasi, berempati kepada orang lain dan  mampu mengatur emosinya agar tak meledak-ledak. Kemampuan komunikasi sendiri mencakup kemampuan berbicara, mengungkapkan pendapat dan  mengerti isi pembicaraan orang lain. Jangan lupakan juga  keterampilan sosial seperti berbagi, mengantre, bergiliran, tersenyum, bersikap sopan, dan sebagainya.

Yes, usia 2 tahun adalah masa golden age dimana  kecerdasan anak berkembang sangat pesat. Dan sebagai orang tua kita dituntut untuk menjadi smart parent yang mampu mendampingi tumbuh kembang anak-anak.  So, satu hal yang perlu kita lakukan untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi anak adalah dimulai dari diri kita sendiri karena sebagai orang terdekat dalam kehidupan anak, orang tua juga menjadi role model. Memperbanyak literatur dan referensi tentang tahapan sosialisasi menjadi kewajiban mutlak bagi orang tua. Diikuti dengan evaluasi dan memperbaiki pola pengasuhan.

Tanpa disadari ternyata kita (red: saya pribadi) terlalu sering memberikan perlakuan yang justru menghambat perkembangan sosialisasi anak. Alil-alih karena alasan "terlalu sayang" dengan anak dan tidak ingin hal yang tidak diinginkan terjadi atau mencelakai anak.  Perlakukan yang menghambat perkembangan sosialisasi anak tersebut, diantara ada 3 yaitu :

1. Terlalu Banyak Dikritik

Ketika anak mendapat banyak kritik, apalagi kalau kurang mendapat pujian, maka kepercayaan dirinya kurang terbentuk dan pada akhirnya cenderung minder dalam pergaulan. "Jalan kok sambil loncat-loncat begitu, jelek ! nanti bisa jatuh !" Kalimat larangan ataupun kritikan seperti itu ternyata berdampak besar bagi anak-anak. Mereka akan merasa tidak diapresiasi  dan selanjutnya menjadi penakut untuk mencoba hal-hal baru. Padahal bisa jadi si anak baru saja menemukan hal baru tentang "gerakan katak yang sedang melompat-lompat" sehingga dia mencoba menirukan gerakan itu. Well, biarkan saja anak-anak mencoba hal-hal baru tanpa harus ada kalimat kritikan atau larangan yang nantinya justru menghambat perkembangannya. Cukup kuatkan dia dengan kalimat "Hati-hati ya" atau jika apa yang dilakukan anak terlampau bahaya maka dampingi dia atau alihkan dengan permainan baru yang lebih menarik tetapi aman. 

2. Melarang Anak Keluar Rumah

Oh no, ini sering sekali saya berlakukan pada anak dengan alasan keamanan karena  rumah di pinggir jalan raya. Anak-anak yang terlalu sering "dikurung" di rumah akan kehilangan masa-masa emas untuk bersosialisasi dengan teman-temannya. Salah satu cara yang aku lakukan adalah dengan mengajaknya jalan-jalan keliling kompleks saat sore hari dan sepanjang perjalanan saya ajarkan untuk tersenyum sambil menyapa ketika bertemu orang. Ya, si 2 tahun itu kini selalu melambaikan tangan saat bertemu orang dijalan sambil berkata "da..da..da..da.."

3. Membiarkan Anak Bebas Bermain Gadget

Usia 2 tahun memang anak sudah mulai tertarik dengan game-game atau video-video di gadget dan jika hal itu keterusan anak akan kecanduhan dan sulit lepas dari gadget. Selain berakibat kurang baik terhadap kesehatan, anak-anak yang terpapar gadget terlalu dini, kedekatannya dengan orang tua akan berkurang. 

Kita bisa mencoba menjauhkan gadget dari anak-anak dan mengajaknya melakukan aktivitas bermain yang lebih menyenangkan. Tentu saja tetap didampingi orang tua ya.



Yuk ah mulai kita perbaiki pola pengasuhan kita kepada anak-anak agar mereka memiliki perkembangan sosialisasi yang baik sesuai usianya.

Smart mom for smart kids !

Wassalamualaikum Wr. Wb. 


3 comments:

  1. Sayangnya saya banysk mrlihat balita sdh kecanduan youtube.Nah ini pola aduhnya hrs diperbaiki.

    ReplyDelete
  2. Aduh..cucok banget ini artikel. Aga udah 2 tahun Mak.. Berarti udah mulai harus diajari antre, berbagi gitu yaa.. So far dia baru tak biasakan minta maaf, karena masih suka ringan tangan sama kakaknya. :(

    ReplyDelete
  3. Mendidik anak memang perlu kiat tersendiri ya, apalagi untuk anak balita perlu dibimbing dan diberi atensi penuh

    ReplyDelete

Powered by Blogger.