Kapan Anak Siap Masuk PAUD?

January 12, 2017
Assalamualaikum Wr. Wb.

Ceritanya gini nih mom, Senin sepulang kerja kemaren si mbak yang biasa momong anak langsung nyerocos heboh nyeritain kegiatan Rafa seharian. Katanya pagi tadi Rafa ikut kelas PAUD bersama-sama beberapa anak-anak komplek. Si Rafanya juga ikutan heboh mraktekin beberapa gerakan senam sambil cekikikan. Si mbak juga menyodorkan selembar kertas berupa isian form pendaftaran siswa dengan kop surat lengkap bertuliskan PAUD BAKTI PERTIWI.  Aku malah bengong gak tau mau merespon apa?

"Loh koq sekolah siapa yang nyuruh?" Tanyaku heran


Menurut penjelasan si mbak katanya diajakin tetangga sebelah yang kebetulan juga punya anak sepantaran dengan Rafa. Berhubung udah sore banget dan cuaca juga mendung si mbak langsung buru-buru pamit pulang padahal aku masih mau mengintograsinya.

Yaudahlah pikirku mau ditanya kayak gimanapun mbaknya juga gak bisa jelasin detail. Dan malamnya aku diskusi sama suami ceritain lagi semua kabar yang aku dapat hari ini dari si mbak. Tanggapan suami ternyata sama bingungnya denganku. Kami bertanya-tanya kenapa kita gak tau apa-apa? Sebenarnya sih aku udah denger dari ibu mertua beberapa waktu yang lalu bahwa anak-anak dikomplek ini yang udah berusia 2 tahun diminta mendaftarkan diri ke PAUD. 

Hari berikutnya aku mencari kejelasan kepada ibu mertua karena aku rasa beliau tahu tentang hal ini kan selama ini yang aktif di PKK  ya beliau. Aku mah apa atuh belum dapet timing yang tepat untuk ikutan rapat ibu-ibu PKK karena biasanya rapat dimulai saat aku masih berkutat dikantor. Saat aku bertanya masalah PAUD ini ibu malah meminta suami untuk bertanya ke tetangga sebelah agar lebih jelas. 

"Coba tanya ke mbak Sri sambil ambil cucian di laundry" Heleh batinku tapi it's oke mungkin ibu juga takut meberikan informasi yang salah.

Oh ya ternyata malam itu ada rapat RT khusus bapak-bapak jadi kesempatan banget nih suami bisa mencari informasi tentang PAUD ini di forum rapat. Sepulang dari rapat suami langsung aku intograsi, dan katanya saat ini pemerintah setempat sedang memprogramkan agar setiap RW minimal mempunyai Taman PAUD. Rafa dan kawan-kawan adalah murid angkatan pertama untuk merintis program ini jadi sebelum mendapatkan 20 siswa, sementara program digratiskan. Baru deh setelah full 20 siswa akan diterbitkan SK Pendirian PAUD dan ditarik biaya sebagaimana sekolah formal.

Well, sekarang aku baru paham kenapa tiba-tiba Rafa berangkat PAUD. Aku dan suami mencoba mengambil sisi positif dari program ini. Mungkin dengan begini akan meningkatkan kemampuan sosialisasinya.

Padahal ya rencananya kami baru akan mendaftarkan Rafa sekolah minimal usia 3 tahun karena menyekolahkan anak terlalu dini juga akan mempengaruhi psikologis anak itu sendiri. Saya benar-benar tidak ingin Rafa menjadi tertekan karena dipaksa belajar. Aku hanya ingin dia menjadi anak yang normal, berkembang sesuai usianya dan dapat menikmati masa kanak-kanaknya. Membiarkan dia bermain adalah salah satu proses pendidikan dini juga loh.

Baca : Progress Rafa di Daycare

Maybe, aku akan lihat dulu perkembangan Rafa setelah mulai ikut PAUD jika OK dan anaknya menikmati it's will be continue but, jika dengan masuk PAUD dia jadi kurang happy yah mungkin akan kita tunda dulu dan biarkan dia bermain dan belajar dirumah sampai dia siap bersekolah.

Nah, sebenarnya inti dari tulisan ini adalah "Kapan anak siap untuk masuk PAUD?" Mommies please share pengalamannya yah #hope

Wassalamualaikum Wr. Wb.

3 comments:

  1. Waaah rafa keren yaaa udh ikutan joged2 gitu, tanda ni rafa mulai enjoy dgn lingkungan baru (diluar rumah)

    ReplyDelete
  2. sebaiknya kalau anak udah benar2 siap pasti betah masuk PAUD...anak sy udah 2 kali masuk skul berbeda cuma bertahan sebulan..pertama umur 3 thn kurang ..yg kedua umur 4 thn ni...ga betah dia...thn ini umurnya mau 6 thn harus masuk TK dan ga boleh keluar lagi...mungkin waktu dulu karena terlalu kecil apalagi saya sekalian nitip krn kami suami istri kerja..jadi mungkin dia ga betah karena terlalu lama di luar

    ReplyDelete
  3. PAUD umumnya diajarkan bersosialisasi, kemandirian, dan percaya diri. Kalaupun pengenalan berhitung, dengan permainan. Selama Rafa senang, gpp dilanjutkan aja, Mba.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.