Mencegah dan Menangani Diare pada Anak

By yeni susanti - 14:41:00

Assalamualaikum Wr. Wb.

Usia 0 - 2 tahun adalah masa-masa dimana anak sangat rentan terkena penyakit diare. Anak dikatakan diare apabila mengalami rangsangan buang air besar yang terus menerus (lebih dari 5 X dalam sehari) dengan tekstur fases yang cair atau banyak mengadung air. Diare biasanya diikuti dengan muntah dan  apabila tidak ditangani dengan baik diare akan berakibat pada dehidrasi akut yang akan membawa kepada kematian. Diare disebabkan karena adanya infeksi didalam salran pencernaan yang umumnya di bawa oleh oleh infeksi gastrointertinal (GI) yang disebabkan oleh bakteri, virus atau parasit. Gastrointertinal pada umumnya termasuk infeksi bakteri antara lain infeksi yang disebabkan oleh E.coli dan beberapa virus diare seperti rotavirus yang menyebabkan diare pada bayi. Semua infeksi ini sangat menular. Infeksi diare dapat menyebar melalui tangan yang kotor, makanan atau air yang terkontaminasi dan kontak langsung dengan feses.


Berikut beberapa gelaja diare yang dapat kita amati secara langsung :
  • Dehidrasi
  • Hilangnya nafsu makan
  • Muntah
  • Demam
  • Mual
  • Turunnya berat badan
  • Pergerakan usus yang berair dan terus-menerus
  • Keram perut




PENCEGAHAN DIARE

Diare umumnya ditularkan melaui 4 F, yaitu Food, Feces, Fly dan Finger. Karena itu, upaya pencegahan diare adalah dengan memutus rantai penularan tersebut.  Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk pencegahan diare diantaranya adalah :

Pemberian Vaksin Rotavirus. 
Imunisasi rotavirus bertujuan untuk mencegah infeksi rotavirus. Rotavirus adalah salah satu virus yang paling sering menyebabkan muntah dan diare pada bayi dan anak kecil. Muntah dan diare karena rotavirus bisa berat sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.Vaksin rotavirus cukup efektif mencegah infeksi rotavirus. Vaksin ini dapat mencegah 74% – 87% kasus infeksi rotavirus. Dan hampir semua bayi yang mendapatkan vaksin rotavirus terlindungi dari infeksi rotavirus berat. Sehingga vaksin rotavirus telah mengurangi jumlah kunjungan ke unit gawat darurat dan perawatan di rumah sakit yang disebabkan oleh muntah dan diare. Imunisasi rotavirus diberikan sebanyak 2 atau 3 dosis pemberikan, tergantung pada jenis vaksin yang digunakan. 



Menjaga Hidup Sehat.  
Kita dapat mencegah penyebaran virus dan bakteri penyebab diare dengan menjaga pola hidup sehat dan menjaga keberihan lingkungan diantaranya dengan upaya sebagai berikut :
  • Menyiapkan makanan memadai, sehat, bergizi, dan bersih
  • Menyediakan air minum yang bersih
  • Menjaga kebersihan perorangan
  • Cuci tangan sebelum makan dan sebelum merawat anak/bayi
  • Pemberian ASI eksklusif
  • Buang air besar pada tempatnya (WC, toilet)
  • Tempat buang sampah yang memadai (tertutup dan dibuang tiap hari)
  • Berantas lalat agar tidak menghinggapi makanan
  • Menjaga lingkungan hidup yang sehat

MENANGANI DIARE

Jangan Panik
Sebagai seorang ibu terkadang kita tidak bisa mengendalikan rasa panik saat anak kita sedang sakit pasti bawaannya takut, kwatir, cemas, sedih dll. Tidak jarang juga yang buru-buru membawa ke dokter (termasuk aku :D). Perasaaan itu sebenarnya dapat kita atasi asalkan kita memahami tata cara penanganan pertama diare, setelah kita telah melakukan seluruh usaha tersebut kita lihat dan observasi terus keadaan anak dan apabila keadaan anak tidak kunjung membaik baru kita segera membawanya ke dokter spesialis anak.
 

Rehidrasi.  
Menjaga cairan tubuh dengan cara mengganti cairan yang hilang baik melalui muntah maupun BAB. Rehidrasi bisa dilakukan dengan memberikan cairan oralit setiap kali habis muntah/diare, memberikan minum sesering mungkin dan jika perlu diberikan cairan infus untuk mengganti cairan tubuh yang hilang karena tidak efektif jika diberikan melalui mulut.

Pastikan porsi makanan yang diberikan memenuhi kebutuhan minimal 
Jangan membiarkan anak tidak makan dan minum, teruskan memberi ASI dan lanjutkan makanan seperti yang diberikan sebelum sakit. Untuk hal ini aku sering memberikan makan dari sup ayam sebagai salah satu pengganti cairan tubuh. Nasi juga diyakini dapat dengan mudah dicerna dan membantu memadatkan fases.Selain itu aku juga sering menjadikan buah pisang sebagai camilan saat anak sedang diare karena pisang juga dipercaya dapat memadatkan fases. Protein juga begitu pentinganya bagi anak yang menderita diare. Tempe sebagai protein nabati juga bags diberikan sebagai lauk saat anak sedang diare.

Diet BRAT BRAT adalah singkatan dari Banana, Rice, Applesuace, and Toast (pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang). Selain itu, ada sebagian dokter menambahkan lagi jenis makanan dengan singkatan T dan Y sehingga menjadi BRATTY, yang merupakan singkatan dari Tea and Yogurt (Teh dan yogurt). Makanan tersebut penting dikonsumsi terutama 24 jam pertama diare yang dapat membantu meringankan diare serta memberikan vitamin penting, mineral, dan karbohidrat yang mudah dicerna (diserap).

Bersumber dari: Makanan Untuk Penderita Diare (Anjuran dan Pantangan) | Mediskus
Pemberian obat seminimal mungkin. Sebagian besar diare pada anak akan sembuh tanpa pemberian antibiotik dan antidiare. Bahkan pemberian antibiotik justru dapat menyebabkan diare kronik. Selama ini obat yang jadi andalanku saat anak sakit diare cukup memberikannya Lacto-B sehari satu sachet.


Nah kira-kira itu ya mom yang selama ini aku lakukan untuk mencegah dan menangani diare anak. Semoga bermanfaat :)

Wassalamualaikum Wr. Wb.


  • Share:

You Might Also Like

6 komentar

  1. Aku juga pakai Lacto B, kata anak sulungku rasanya gurih, emang gurih si

    ReplyDelete
    Replies
    1. kaya yogurt mom rasanya klo diseduh pakai air dingin juga seger

      Delete
  2. anakku sih belum pernah diare alhamdulillahnya, tapi thanks tipsnya mbak berguna banget neh. saya sudah selalu sedia oralit sih, tapi lacto b saya belum punya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. lacto-B tuh bukan obat moms itu semacam probiotik kaya yogurt gt

      Delete
  3. Lacto B ada efek sampingnya ga mba?

    ReplyDelete