[REVIEW] Produk Pasta Gigi Bayi

April 12, 2016
Assalamualaikum Wr. Wb.

Mengajari anak untuk rajin menggosok gigi minimal 2x sehari merupakan pekerjaan yang tidak gampang, namun bukan juga hal yang sulit untuk dilakukan karena anak belajar dari kebiasaan dan kebiasaan itu dibuat oleh orang tuanya. Anak juga peniru handal jadi mengajari anak menggosok gigi juga harus dimulai dari oarang tua maka secara perlahan-lahan kebiasaan orang tua akan ditiru oleh anaknya.

Saat yang tepat untuk melatih anak menggosok gigi adalah sedini mungkin. Meskipun anak belum memiliki gigi, namun kebiasaan itu bisa tetap dilakukan dengan cara membersihkan rongga mulut dan gusi bayi, Hal itu sangat dianjurkan untuk mencegah tumbuhnya jamur di lidah bayi. Lalu bagaimana cara membersihkannya? yaitu dengan menggunakan kasa steril yang dibasahi dengan air hangat kemudian dililitkan pada jari lalu bersihkan lidah dan mulut bayi menggunakan jari yang telah dibungkus dengan kasa tersebut, atau bisa menggunakan sikat gigi silikon yang dikhususkan untuk bayi.

Sikat gigi silikon
Lalu kapan mulai menggunakan pasta gigi? Saya mulai memberikan pasta gigi pada anak saya setelah usianya beranjak 1 tahun dengan dibantu sikat gigi halus yang dibuat khusus untuk anak. Namun tetap harus hati-hati dan jangan sampai tertelan. Berhubung sampai saat ini anak saya (usia 16 bulan) belum bisa berkumur sendiri, saya selalu membasuh mulutnya dengan menggunakan jari saya setelah usai menggosok gigi. Masalah penggunaan pasta gigi ini sebenarnya masih sangat pro kontra untuk pemakaian bagi anak-anak yang belum bisa berkumur, karena pasta gigi yang sebagian diformulasikan dengan berbagai rasa buah-buahan yang manis justru membuat anak ingin menelannya. Namun itu semua tergantung kita sebagai orang tua bagaimana cara memberikan pengertian kepada anak.

Saat ini saya mencoba menggunakan pasta gigi dengan kadar flouride rendah, jadi masih aman jika tidak sengaja tertelan seperti “tooth & gum cleanser”, ada merk Pigeon, Gerber, Orajel Baby, dan sebagainya. Saat pertama kali membeli pasta gigi saya memilih merk Pigeon. Berikut reviewnya : 

Fluoride Free. Pasta gigi yang digunakan untuk bayi/anak harus tidak mengandung Fluoride dan aman tertelan. Pigeon merupakan salah satu merk pasta gigi anak yang bebas flouride.


Ingredients :
Dicalcium Phosphate Di-hydrate, Purified Water, Glycerin, Maltitol, Trimagnesium Phosphate, Carrageenan, Flavor, Alcohol Denat*, Sodium Lauryl Sulfate, Methylparaben, Propylparaben, CI 14720 (Carmoisine).

*Alcohol Denat adalah alkohol sintetis berbeda dengan alkohol yang memabukkan. Biasanya digunakan hanya sebagai media pencampur.


Berikut beberapa referensi mengenai kandungan-kandungan berbahaya didalam pasta gigi yang bisa dijadikan acuan dalam pemilihan pasta gigi untuk anak kita. 
Sumber : http://www.ourfamilytreeshop.com/article/view/18/apakah_pasta_gigi_anak_kita_sudah_aman.html

Berdasarkan sumber tersebut maka tetap ada beberapa kandungan berbahaya didalam pasta gigi merk Pigeon, seperti : Glycerin, Sodium Lauryl Sulfate, Methylparaben dan  Propylparaben. Sudah tau bahwa ada komposisi pasta gigi Pigeon yang menggunakan kandungan berbahaya kenapa saya masih memakainya ? karena saya percaya setiap kandungan memiliki minimal pemakaian "aman" untuk sebuah produk. Selain itu saya juga mengusahakan agar anak jangan sampai menelannya dan berlama-lama dalam menggosok gigi yang memicu tertelannya pasta gigi. Saya juga menggunakan sedikit dalam sekali pakai. 

Jumlah pasta gigi sekali pakai
Pilihan Rasa :  Pigeon Pasta Gigi Bayi Anak terdapat dua pilihan rasa: Strawberry dan Jeruk.

Isi : Pasta gigi ini dikemas sesuai kebutuhan bayi dan anak, cukup 45 gr. Dengan begitu tidak akan sia-sia juga tidak habis sedangkan masa expaired telah berakhir. 

Harga : Rp 8.000,00 s/d Rp 12.000,00 



 Wassalamualaikum Wr. Wb.

No comments:

Powered by Blogger.