Pentingnya Menjaga Jarak Kehamilan

April 28, 2016
Assalamualaikum Wr. Wb.

Belakangan ini, setiap pergi bersama Rafa dan ketemu rekan atau saudara sering banyak yang bilang "Wah Rafa sudah besar ya" dan ujung-ujungnya akan tanya juga "Kapan nih punya adek?" Sebenarnya pengen sih segera ngasih adek buat Rafa (maunya ntar adenya cewek) mengingat juga umur suami yang sudah tidak tergolong muda lagi (hihihi maaf ya yah aku gak bilang tua lohhhh). Apalagi banyak teman-teman yang anak pertamanya masih belasan bulan sudah hamil atau bahkan sudah melahirkan anak kedua. Tapi.... Setelah dipikir matang-matang dan dipertimbangkan, saya memilih untuk menundanya dulu agar ada jarak yang ideal antara kakak dan adik.

Rafa saat main dirumah eyang budhe Pacitan
Anak berhak mendapatkan ASI minimal 2 tahun
Sebenarnya saya tidak seideal itu sih, tapi melihat perkembangan Rafa sekarang saya jadi tidak kepikiran lagi untuk buru-buru hamil. Saya kuatir jika hamil lagi sementara Rafa belum disapih akan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Otomatis produksi ASI akan menyusut jika ibu sedang hamil bahkan akan berhenti berproduksi, sementara ada beberapa ibu hamil yang tidak diperbolehkan menyusui karena akan membahayakan kondisi janin. Padahal saat ini Rafa masih seneng-senengnya nyusu (nenen is number one pokoknya). Jadi kalo Allah mengijinkan sebelum Rafa 2 tahun jangan hamil dulu lah.

Pola Asuh dan mendidik anak
Banyak yang beranggapan punya anak-anak lahir jarak dekan lebih enak dikemudian hari alasanya "sekalian repotnya".  Sebenarnya ada betunya juga sih, tapi menurut saya mau punya anak kapanpun pasti ada saatnya kita merasa kerepotan. Saya menyadari kondisi saya, bukanlah seorang wonder women yang bisa multitasking semua pekerjaan termasuk mengurus anak-anak kecil berbarengan (ngurus Rafa aja kadang kuwalahan). Saya masih kepengen fokus mendidik Rafa sampai minimal dia paham siapa dirinya jika kelak harus menjadi seorang kakak. Saya ingin fokus mencurahkan kasih sayang dan perhatian kepadanya. Selain itu saya juga memikirkan bagaimana pengasuhan Rafa beserta anak kedua nanti jika mereka masih sama-sama kecil sementara saya adalah ibu bekerja dari pagi hingga sore. Masa iya kakak adik mau saya titipkan di daycare. Saya juga tipe orang yang mudah sungkan jika menitipkan anak kepada orang tua, masa iya orang tua saya yang semakin rapuh menua mau dititipi dua balita selain itu ibu saya juga tinggal jauh dari kami. Saat ini memang saya tinggal dengan ibu mertua tapi tidak mungkin saya akan menambah kerepotannya dengan kehadiran cucu lagi dalam waktu dekat ini, ibu mertua saja sering setres dan jerit-jerit tiap melihat polah Rafa yang petakhilan.

Menjaga kesehatan anak dan ibu
Idelanya jarak kehamilan adalah antara 2-5 tahun, manfaatnya untuk ibu adalah mengurangi resiko kekurangan gizi atau anemia akut dan terlalu kelelahan karena masih harus mengurus si kakak kecil yang tentu saja membutuhkan tenaga ekstra sehingga berakibat pada resiko strees pada masa kehamilan. Sementara untuk bayi akan menghindari lahir dengan berat badan kurang. Selain itu dua tahun memungkinkan untuk mempersiapkan ASI. Dengan persiapan ASI maka akan berpengaruh positif bagi kesehatan dan kecerdasan, sedangkan jika merencanakan kehamilan terlalu dekat maka akan berdampak pada kurangnya nutrisi dari ASI pada si kakak dan si adik selanjutnya.

Menghindari kecemburuan pada anak pertama 
Setiap anak pasti berbeda-beda, ada sebagian yang mudah diberi pemahaman atas hadirnya seorang adik tapi ada juga sebagian anak yang jadi tantrum dan marah saat ibunya berdekatan dengan anak lain meskipun itu adiknya sendiri karena mungkin mereka belum bisa mengerti statusnya sebagai seorang kakak. Dengan menunda kehamilan sampai anak pertama bisa diajak komunikasi akan menghindari munculnya rasa cemburu  karena kasih sayang orang tuanya terbagi kepada adiknya. Beberapa kali mendapati keponakan atau anak saudara yang umurnya sudah diatas 2 tahun saja jadi tantrum saat bundanya menggendong Rafa atau bayi lain, bahkan aku sendiri pernah mengalami cemburu yang luar biasa sampai tidak mau melihat adik saya saat masih kecil padahal saat itu jarak lahir antara saya dan adek saya sudah hampir 5 tahun. Kesimpulannya saya harus memberikan pemahaman betul dan bertanya kepada Rafa "Mau gak kakak kalo punya adek?" hehehe sebelum memutuskan melepas KB dan mulai program hamil (iya program hamil karena memang secara medis saya tergolong tidak mudah hamil).

Sayang dengan IUD saya
Alasan yang ini memang terlihat egois sih tapi  memang kenyataannya saat ini saya sedang menggunakan KB IUD atau sering disebut dengan KB Spiral dengan masa 8 tahun. Waktu itu selepas masa nifas saya langsung memasang IUD jadi sampai sekarang masa aktifnya baru terpakai kurang lebih 14 bulan. Masih sayang kalau mau dilepas kan baru dipakai sebentar, belum lagi bayangin proses pemasangannya dulu sampai dibela-belain pendarahan. Masih trauma mau lepas sekarang.

Demikianlah kira-kira jawaban saya bagi rekan dan saudara yang sering nyeletuk kapan rafa mau punya adek?

Wassalamualaikum Wr. Wb.

2 comments:

  1. Aku sih pengen anak cewek, tapi belum siap juga
    Mau puas2in dulu bahagiain Juna... belum mau membagi perhatian
    Meskipun udah mudheng adek, tapi juna belum mau berbagii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga pengen cewek mak tapi masih mikir ntar yg momong siapa klo ditinggal kerja

      Delete

Powered by Blogger.