Monday, 29 July 2019

Mengikutkan Anak Balita dalam Perlombaaan, Inilah Hal-hal yang Perlu Ibu Tanamkan Pada Anak

Assalamualaikum Wr. Wb.

Anak suka dengan kemenangan, namun anak juga bisa saja kalah tapi yang paling penting adalah anak suka bermain.

Hallo ibu ibu, ananda sudah didaftarakan ikut lomba apa saja untuk menyambut tujuhbelasan? Gak bisa mengelak sih kalau menjelang perayaan hari kemeredekaan RI akan banyak sekali diadakan perlombaan-perlombaan yang melibatkan baik anak-anak maupun orang dewasa. Hal itu tentu saja sebagai wujud penghormatan kepada para pejuang dan pahlawan Indonesia. Agar masyarakat Indonesia bisa merasakan perjuangan para pahlawan untuk memperoleh kemenangan maka dibuatlah berbagai perlombaan. 


Tahun ini Rafa sudah hampir berusia lima tahun artinya dia sudah bisa diajak  kompromi dengan baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat ada panitia yang menawarkan untuk mendaftarkan Rafa dalam lomba mewarnai, aku tidak langsung mengiyakan karena Rafa sendiri yang harus memutuskan untuk ikut atau tidak. Well, sebenarnya banyak sekali hal yang perlu diperhatikan orang tua sebelum meminta anak untuk ikut serta dalam sebuah perlombaan. Antara lain adalah :

1. Lomba Balita Bukan Ajang Mom War

Tidak bisa dipungkiri semakin tingginya pengetahuan orang tua terhadap dunia parenting sering sekali muncul mom war atau saling membandingkan kemampuan anak. Bahkan lomba-lomba balita sehat yang banyak dilaksanakan sering memicu perang ibu-ibu. Bukan semata-mata perang fisik tetapi lebih ke perang verbal dan batin. Ibu dengan anak yang dapat memenangkan lomba akan merasa sangat hebat dalam mengasuh dan mendidik sementara ibu-ibu yang anaknya belum bisa memenangkan lomba terkadang akan merasa kecil hati. Merasa bahwa anaknya tertinggal dari pada anak lain yang seusianya. 

Jadi bu, lomba yang melibatkan balita sebaiknya tidak dijadika media untuk saling membandingan atau saingan terhadap proses tumbuh kembang anak karena mereka adalah makhluk individu yang unik.

2. Cukup Berikan Motivasi dan Jangan Dituntut

Hal pertama yang harus dilakukan orang tua saat mengajak anak mengikuti sebuah perlombaan adalah menjelaskan bahwa lomba yang ia ikuti bertujuan memberi pengalaman agar bisa merasakan suasana lomba. Selain itu menjelaskan tujuan dari perlombaan tersebut juga sangat penting. Tujuan mengikuti lomba adalah untuk melihat kemampuan diri, apakah sudah melakukan yang terbaik atau belum. 

Sebagian besar anak-anak akan menyukai hadiah, jadi ada baiknya pula jika kita menjelaskan bahwa pemenang lomba akan mendapatkan hadiah. Dengan demikian diharapkan anak merasa termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. 

3. Persiapkan Anak Menerima Kemenangan dan Kekalahan. 

Menang atau kalah lomba adalah hal biasa biasa. Menerima kemenangan lebih mudah daripada menerima kekalahan. Tugas orang tua adalah mempersiapkan anak menghadapi kemenangan agar ia tak jadi sombong, demikian juga menghadapi kekalahan agar ia tak merasa rendah diri. Karena anak yang kalah akan sering merasa diri buruk dan takut tidak disayang. Selain itu anak perlu dijelaskan bahwa kekalahan bukanlah akhir dari semuanya. Anak masih bisa mengembangkan potensinya baik dibidang yang sama maupun bidang lainnya. 
Menghargai setiap usaha anak adalah hal paling utama dan wajib dilakukan oleh setiap orang tua. Anak-anak yang merasa didukung tanpa dituntut menang akan menjalani lomba dengan penuh semangat. Aku selalu menekankan pada anak bahwa kita harus menikmati proses perlombaan itu.

Satu lagi, aku juga mempersiapkan hadiah terendiri kepada anak meskipun ia tidak menang karena dia sudah berani maju saja adalah sebuah prestasi yang luar biasa.  

4. Jangan Membebani Anak

Kata-kata yang muncul dari mulut orang tua baik ayah maupun ibu terkadang bisa menjadi pisau bermata dua, misalnya pesan sederhana seperti  “Kamu pasti menang!” atau “Jangan kecewakan ibu, ya Nak.” bisa jadi penyemangat tetapi bisa jadi hal itu akan membebani anak.  Membandingkan pencapaian anak dengan sang pemenang juga sebaiknya tidak dilakukan 

Anak-anak khusunya yang masih balita terkadang akan mengalami moodswing sehingga jangan memaksanya menyelesaikan lomba bila ia tak berminat. Selain itu orang tua tidak perlu ikut campur saat anak ikut lomba, misalnya ikut menentukan warna krayon, biarkan saja anak berkreasi sehingga dapat menikmati proses perlombaan tersebut.


Nah, itulah empat hal yang aku tanamkan kepada Rafa sebelum dia mengiyakan untuk ikut serta dalam lomba mewarnai yang diadakan oleh panitia perayaan 17 Agustus yang ada di kampung kami. Bagaimana dengan ananda yang lain bu ibu?

Waalaikumsalam Wr. Wb.



No comments:

Post a comment

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan pesan, senang dapat sharing dengan Anda :)