MPASI Perdana, Baiknya Menu Tunggal Dulu atau Langsung 4 Bintang ?

September 03, 2018
Assalamualaikum Wr. Wb.
The chief pleasure in eating does not consist in costly seasoning, or exquisite flavor, but in yourself. — Horace

Fiuhhh, kenapa beberapa hari terakhir ini rasanya kayak dikejar-kejar waktu gini sih hidupku. Pagi-pagi kudu bangun buat pumping (because no more skip the shcedule again) lanjut nyiapin MPASI dedek Arka, nyiapin Mas Rafa berangkat sekolah, berangkat kerja, pumping lagi, jemput sekolah, sampai dirumah nyiapin MPASI dan makan malam. Begitu terus rutinitas harian yang kadang bikin penat. Huhhh mamak butuh piknik ! wkwkwkwk


Ya, setelah Arka sudah mulai MPASI artinya tugasku bertambah yaitu menyiapkan menu yang padat gizi sesuai dengan anjuran IDAI dan WHO. Cerita dikit ya tentang kegalauku sebelum hari H MPASI itu datang. Walaupun ini anak kedua tetep saja bingung mau dikasih makan apa untuk MPASI pertama. Cari info di internet ternyata banyak sekali muncul artikel yang berbeda-beda ada yang menyarankan untuk memberikan buah dan sayur di bulan pertama MPASI, ada lagi yang bilang langsung mengenalkan protein tetapi tunggal dulu dan ada lagi yang menyarankan langsung menu 4 bintang (Karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur) dan buah. Tanya di komunitas emak-emakpun jawabannya juga macam-macam. Hufft makin pusing deh.

Saat makin dekat waktunya, aku memberanikan diri mengirim pesan whatsaap ke beberapa dokter spesialis anak di Solo. Kebetulan punya database dokter spesialis anak di wilayah Solo yang pernah dihimpun oleh emak-emak komunitasku.  Yang butuh kontaknya bisa japri aku wkwkwkwk #sombong. DSA 1 jawabnya untuk awal MPASI kenalkan dulu single food (menu tunggal) sehari sekali. DSA 2 jawabnya langsung sehari 3 kali dengan menu tunggal bervariasi (misalnya pagi bubur nasi putih, siang brokoli, sore hati ayam) selama 2 minggu baru setelah itu bisa dicampur jadi 4 bintang. DSA 3 malah balasnya pakai url artikel yang ada di internet. Tentu saja bikin aku makin galau, kenapa semua DSA gak ada yang sama dengan apa yang aku pikirkan. Aku maunya langsung 4 bintang yang padat gizi, masalah frekuensi itu bisa disesuaikan kondisi bayi.

Baca juga : Olababy Feeding Spoon for Arka's Preparation MPASI

Dah mendekati hari H tapi belum menemukan pencerahan! Kasih instan aja kali ya yang gampang tinggal seduh wkwkwkwkwk #devillaugh. MPASI yang difortifikasi kan juga baik bahkan ada beberapa dokter spesialis anak yang merekomendasikan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan zat besi. MPASI fortifikasi juga diproduksi sesuai aturan dan diawasi oleh WHO dalam pembuatannya kok. Tuh kan kan kan kan....

Keputusan terakhir akhirnya aku manut sama DSA 4 wkwkwkwk (tambah lagi ni dokter yang diajak konsultasi). Yes, kebetulan 4 hari sebelum waktunya MPASI adalah jadwal vaksin DPT3 dan IPV Arka, kesempatan banget nih sekalian konsultasi. Apesnya udah inden merek Imovax (lebih murah dari Infanrix Hexa) sebulan sebelumnya masih aja belum ready. Ya udahlah buat anak berapapun akhirnya ditebus tuh si Infanrix Hexa di RS Hermina Solo dengan DSA dr. Cahalafa Shinta Caesar, M. Sc., Sp. A.

Habis dienjus vaksin sekalian konsultasi tentang menu MPASI.  Kalau versinya dr. Cahalafa ada dua pilihan, tinggal si ibu mantap yang mana. Pilihan pertama sama persis kayak opsinya DSA 2 terus pilihan kedua adalah langsung menu 4 bintang sehari 2 kali dan selingan snack sekali. Komposisi menunya disamakan selama 2 hari untuk mengevaluasi apakah ada alergi atau tidak.

Clink clink... akhirnya aku jatuh cinta sama DSA yang ini, bisa banget ya kasih pilihan sesuai dengan ekspektasiku.

Kepengen juga sih pake metode BLW (Baby Led Weaning) yang mana bayi diberikan kesempatan mengatur apa dan seberapa makanan yang akan dia makan. Udah ikut komunitas Cerita BLW dan sempat sharing disana tapi aku kembali memutar arus. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya aku kembali pada keyakinan untuk mengikuti metode WHO karena menurutku lebih jelas seberapa nutrisi yang masuk dan tentunya tetap responsive feeding dengan sekali-sekali memberikan kesempatan bayi menyuap sendiri.

Baca juga : Tentang Metode MPASI Anak, Pilih Manakah BLW atau Spoon Feeding ?

Okey kembali lagi ke pilihan menu tunggal atau 4 bintang. Well, setelah melalui perang batin berhari-hari akhirnya aku mantap untuk langsung memberikan menu 4 bintang ditambah dengan lemak tambahan. Apa itu dan macam-macam lemak tambahan insyallah akan aku tulis dalam blogpost berikutnya.

Mengapa memilih langsung memberikan makan menu 4 bintang?

Menu Tunggal

Menu tunggal dalam MPASI adalah menu yang berasal dari satu jenis bahan makanan saja, misalnya bubur beras putih, pure daging, pure buah mangga, pure tempe, pure bayam dan seterusnya. Pemberian menu tunggal mempunyai kelebihan antara lain : 
  1. Pengenalan rasa maupun tekstur tiap jenis makanan. Pengenalan dengan menu tunggal ini bisa dilaksanakan maksimal 14 hari, jadi boleh kurang dari 2 minggu tetapi kalau lebih dari 14 hari jangan ya karena bisa berpotensi mengakibatkan malnutrisi.
  2. Mendeteksi bahan makanan yang beresiko alergi. Hal ini penting dilaksanakan bagi keluarga yang memiliki riwayat alergi. Alergi bisa berupa gatal/ruam, diare/sembelit, muntah, bahkan sesak nafas. Menu tunggal dapat menjadi solusi untuk mengantisipasi hal tersebut.
  3. Meminimalisir GTM karena mpasi bubur yang dicampur-campur dapat memnbuat bayi kaget karena tanpa pengenalan. Kaget tersebut dapat berujung menjadi  GTM yang malah jadi persoalan jangka panjang.
  4. Meminimalisir keluhan yang sering muncul pada awal MPASI seperti diare/sembelit/muntah dan lain sebagainya.
  5. Mempermudah ibu dalam mendeteksi makanan penyebab keluhan yang muncul. 

Dari berbagai kelebihan diatas tentunya pasti ada kekurangan yang perlu dimengerti oleh ibu. Menu tunggal itu dikatakan berbahaya jika :
  1. Jika diberikan lebih dari 14 hari karena akan mengakibatkan malnutrisi
  2. Jika menunda pemberian protein hewani selama 14 hari menu tunggal tersebut karena bahan tersebut sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang tidak lagi dapat terpenuhi sepenuhnya dari ASI.
  3. Jika pemberian menu tunggal teksturnya terlalu encer atau cair karena kalorinya menjadi sedikit.
Menu 4 Bintang

Menurut WHO, pada umur 180 hari atau 6 bulan sistem pencernaan bayi termasuk pancreas telah berkembang dengan baik sehingga bayi telah mampu mengolah, mencerna serta menyerap berbagai jenis/varietas bahan makanan seperti protein, lemak dan karbohidrat. Jadi berikan aneka ragam bahan makanan bergizi kualitas 4 bintang yang tentunya mudah dijangkau sesuai kearifan lokal.

Disebut menu 4 bintang karna terdiri dari 4 komposisi dalam 1 porsi makan yaitu :

Protein Hewani.
Adalah sumber protein yang berasal dari hewani seperti daging ayam daging sapi, daging kambing, hati ayam, hati sapi, telur ayam, telur puyuh, semua jenis ikan, udang, kepiting, cumi-cumi dan lain sebagainya. 

Protein Nabati
Yang termasuk dalam protein nabati  adalah dari jenis kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang hijau, kacang tanah, kacang panjang, tahu tempe, edamame, jamur dan lain sebagainya.

Karbohidrat
Karbohidrat adalah Sumber energi utama tubuh. merupakan zat gizi yang terdapat dalam makanan yang tersusun dari unsur Carbon (C), Hidrogen(H), dan oksigen (O).  Sumber karbohidrat tersebut antara lain beras merah, beras putih, kentang, jagung, pumpkin/labu, ubi, ketela dan lain sebagainya.

Sayuran
Sayuran merupakan sebutan umum bagi bahan pangan asal tumbuhan yang biasanya mengandung kadar air tinggi dan dikonsumsi dalam keadaan segar atau setelah diolah secara minimal. Sebutan untuk beraneka jenis sayuran disebut sebagai sayur-sayuran atau sayur-mayur.

***

Pemberian menu tunggal bertujuan untuk menseleksi bahan-bahan makanan yang menimbulkan alergi pada bayi. Biasaya bayi dengan riwayat keturunan alergi lebih baik memulai MPASI dengan menu tunggal. Nah, alasan kenapa aku langsung memberikan menu 4 bintang karena Alhamdulillah di keluargaku tidak riwayat alergi.  Sehingga pilihan itu aku ambil untuk mencegah malnutrisi dan mempercepat pertumbuhan berat badan guna memgejar ketinggalan akibat Arka menderita pneumonia waktu itu.Menu 4 bintang tentu saja tinggi kalori sehingga sangat baik untuk mengoptimalkan pertumbuhan bayi sejak dini. Jika tidak ada tanda-tanda alergi lebih baik langsung dikenalkan menu tersebut.

Baca juga : 5 Cara Praktis Menyiapkan MPASI Sehat Bagi Ibu Bekerja

Nah, itulah bu ibu pengalamanku dalam menentukan pilihan metode MPASI untuk Arka. Semoga bisa membantu ibu-ibu yang juga sedang kebingungan sepertiku.

Waalaikumsalam Wr. Wb.

6 comments:

  1. Wew, dokter pendapatnya beda-beda ternyata. Moga dedek Arka bisa optimal tumbuh kembangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak bikin pusing mau ikut yg mana, Aminnn makasih doanya mak ety

      Delete
  2. Tahun depan Insya Allah punya baby lagi, meskipun ini anak ketiga tapi tetap harus belajar lagi. Semangat, ah. Thanks pencerahannya ya Mb. Mungkin nanti aku juga akan langsung pilih menu 4*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat ya mbak atas kehamilannya, sehat2 dan lancar ya semuanya

      Delete
  3. Salut ama ibu-ibu zaman now, semangat banget cari ilmu demi anak tercinta.
    Kalau saya setelah anak kedua jadi gak terlalu banyak mikir.
    Bahkan gak kepikiran juga mau nanya dsa or something like that, karena itu tadi... pendapatnya beda-beda, jadi mikir kok bisa ilmu kedokteran beda-beda hahaha.

    Makanya saya pakai insting dengan berbagai pengalaman pribadi mengasuh anak pertama dulu, ditambah ilmu-ilmu yang ada di banyak sumber.

    Intinya, saya cuman idealis sebisa mungkin memberikan makanan segar dan bergizi buat anak, membatasi yang instan-instan, meskipun ya rempongnya ampun-ampun hahaha :D

    semoga anak-anak kita bisa tumbuh sehat dan gizinya selalu terpenuhi, aamiin :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan pesan, senang dapat sharing dengan Anda :)

Powered by Blogger.