Sedang Hamil dan Ingin Bonding dengan Kakak Tetap Terjaga, Berikut 3 Hal yang Aku Lakukan!

January 02, 2018
Assalamualaikum Wr. Wb.




Saat berada pada masa kehamilan tentu saja aku sangat memprioritaskan janin yang ada di perutku, mulai dari mengajaknya ngobrol hingga mengajaknya foto kehamilan (maternity photoshoot). Memang rasanya dunia ibu berubah seolah-olah hidup ini adalah untuk si janin, tapi aku musti ingat bahwa kehamilan kali ini tentu tidaklah sama dengan kehamilan pertama dulu. Meskipun tetap harus mendapat prioritas yang tak berbeda tetapi kasih sayang dan perhatian kepada si kakak juga menjadi bagian dari prioritas penting juga. 

Menjaga Bonding dengan Kakak saat Ibu Sedang Hamil, bersama Tempra Syrup
Banyak loh ditemui khasus dimana, anak pertama akan cenderung sering tantrum dan rewel saat ibunya mengadung colon adeknya. Hal itu bisa saja terjadi karena perhatian ibunya mulai terbagi, jadi ada anak yang merasa ibunya tidak sayang lagi, apalagi jika dia masih balita. Wah kalau sudah begitu repot kan bu? padahal kan niat kita bukan begitu. Ya, anak-anak balita memang belum bisa mengolah emosinya. Jadi bagaimanapun caranya kita harus tetap mencurahkan kasih sayang kepada sang kakak meskipun sedang hamil. Gak pengen kan kalo sibling rivalry sudah mulai muncul sejak adek belum lahir? 

Disisi lain banyak juga kehamilan yang beresiko tinggi sehingga ibu harus bedrest dan tidak boleh mengerjakan pekerjaan apapun, padahal masih ada sang kakak yang butuh ditemani main, butuh digendong, dan butuh diperhatikan. Nah kalau sudah begini gimana dong biar bonding antara ibu dan sang kakak tetap terjaga sehingga kakak tidak merasa cemburu? Well, ini beberapa hal yang aku lakukan untuk mengantisipasinya :

1. Memperbanyak Pelukan, Ciuman dan Sounding dengan Kata-Kata Magic

Ya, pelukan dan ciuman adalah senjata paling ampuh untuk meluluhkan hati anak saat ibu tidak bisa lagi menggendong untuk menenangkannya. Aku pernah berada pada masa-masa kritis di kehamilan kali ini karena sempat mengalami plasenta privea yang mengakibatkan pendarahan ringan (flek) tiap kali angkat beban atau merasa capek sehingga dokter memintaku untuk bedrest beberapa waktu lamanya. Kondisi seperti ini tentu saja mengurangi frekuensi kedekatanku dengan kakak (anak pertama) karena aku sudah tidak lagi bisa menggendongnya atau menemaninya bermain sepeda. 

Awalnya memang kakak merasa aneh dengan perubahan ibunya, yang biasanya bisa bebas berkejar-kejaran dan melompat-lompat bersamanya sekarang hanya bisa berbaring. Tiap kali dia mengajakku bermain, aku selalu menolaknya. Hal itu tak jarang berakhir dengan tantrumnya.

Baca juga : Siasati Temper Tantrum dengan Cinta

Menghadapi situasi seperti itu tentu saja aku sedih dan merasa tidak bisa menjadi ibu yang baik buat kakak, tapi perasaaan itu kemudian kutepis. Aku mencoba untuk tetap mengungkapkan kasih sayang kepada kakak melalui hal-hal yang tidak akan mengganggu kesehatan janinku. Ya, cara terampuhnya adalah selalu memberikan pelukan dan ciuman kepada kakak setiap saat. Tentunya dengan sambil membisikkan kata-kata magic untuk membesarkan hatinya dan memberikan pemahaman kepadanya bahwa kasih sayang dan cinta ibu tak akan pernah berubah kepada kakak meski sekarang ibu sedang hamil dan tidak lagi bisa menemani bermain. 

2. Mengurangi Aktivitas Fisik dengan Kakak dan Menggantikannya dengan Kegiatan Lain yang Tak Kalah Menyenangkan

Mencoba untuk menciptakan aktivitas bermain yang tidak terlalu memberatkan fisik ibu sehingga ibu tetap bisa melakukannya bersama kakak. Banyak loh yang bisa ibu lakukan bersama kakak tanpa harus turun dari tempat tidur (jika ibu masih harus bedrest), misalnya dengan mengajaknya mendongeng dengan boneka tangan, membacakannya cerita atau menemaninya mewarnai gambar. Anak balita adalah masa dimana rasa keingintahuannya sangat tinggi jadi pasti dia juga akan sangat tertarik jika diajak diskusi atau bercerita meskipun dilakukan diatas tempat tidur.

Baca juga : Mengenalkan Bentuk Geometri dan Melatih Ketrampilan Menempel Anak 2,5 Tahun

3. Tetap Memperhatikan Kesehatan Kakak

Kesehatan kakak adalah bagian terpenting juga dalam kehidupan ibu, tapi ibu tak perlu sedih saat tidak mampu lagi menjadi nurse buat sang kakak karena sedang hamil dan butuh banyak istirahat. Banyak hal yang tetap dapat ibu lakukan untuk tetap menjaga kesehatan anak pertama agar dia tetap ceria dan tentunya akan berpengaruh terhadap psikologis ibu sendiri.

Baca juga : Seberapa Penting Sih Memberikan Suplemen Multivitamin Kepada Anak ?

Saat sedang bedrest dan tidak diperbolehkan turun dari tempat tidur, tentunya aku meminta bantuan orang terdekat (suami atau orang tua) untuk menyiapkan makan buat kakak. Sebagai emak-emak jaman now yang selalu ingin memberikan nutrisi terbaik buat anak maka akupun tetap memberikan daftar menu yang harus disiapkan untuk makan sehari-hari kakak sehingga meskipun dimasakkan orang lain tetapi tetap sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Namun ada kalanya tidak ada orang yang diminta bantuan karena suami kerja dan orang tua ada urusan sendiri maka mau tak mau aku harus delivery makanan buat kakak. Jika dihadapkan situasi seperti itu tentunya aku harus bisa memilih makanan yang sehat dan terjamin kebersihannya.

Baca juga : Mencegah dan Menangani Diare pada Anak

Memberikan treatment/perawatan yang tepat saat kakak sakit juga bagian terpenting karena bagaimanapun ibu adalah orang yang paling tahu tentang anaknya.  Musim penghujan seperti saat ini sering mengakibatkan kesehatan anak-anak menjadi up down. Penyakit musiman seperti demam dan diare menjadi sering menghantui.

Baca juga : Hal-hal yang dilakukan saat balitaku flu

Jika sedang demam biasanya aku akan memberikan beberapa treatment berikut ini untuk mempercepat penyembuhannya :
  1. Terus memonitoring suhu tubuhnya. Anak dikatakan mengalami demam jika suhu tubuhnya diatas 38oC.
  2. Memakaikan pakaian yang tipis, mudah menyerap keringat dan yang penting nyaman karena saat demam  anak akan sangat berkeringat untuk mengembalikan suhu tubuhnya ke kondisi normal.
  3. Kompres pada bagian tubuh tertentu seperti bagian dahi, ketiak dan lipatan-lipatam kaki menggunakan air hangat. 
  4. Melakukan skin to skin.
  5. Memberikan banyak cairan. Cobalah memberikan minum sesering atau kapanpun anak mau baik air putih, susu ataupun jus (biasanya memang jus yang tidak dingin). Saat demam disertai flu, sering hidung menjadi tersumbat dan susah bernafas jadi anak juga akan kesulitan jika menyusu langsung ke payudara (bagi anak yang masih ASI) dan solusinya adalah memerahnya kemudian kasih dengan media lain seperti gelas atau sedotan. 
  6. Menambah Protein dalam menu makannya. Kunci kesembuhan penyakit batuk pilek adalah imunitas tubuh. Untuk  sakit yang disebabkan oleh virus, umumnya dapat sembuh dengan sendirinya berkat sistem imun yang baik Menurut beberapa penelitian untuk membuat sistem imun yang baik, tubuh memerlukan protein. Makanya,  usahakan memberikan makanan tinggi protein selama sakit, yang bisa diperoleh dari telur, ayam, ikan, dan susu. Kita bisa memesan menu hotel yang bahan dasarnya seperti yang disebutkan tersebut. 
  7. Mengobati dengan probiotik. Aku memang berusaha menghindari pemberian antibiotik dan lebih baik memberikan yogurt. Ini jauh lebih baik dan ampuh menyembuhkan penyakit tersebut.
  8. Memberikan madu, ternyata madu lebih efektif untuk meredakan batuk dibanding sirup obat batuk rasa madu, serta membantu anak tidur lebih nyenyak. Catatan : Madu tidak disarankan diberikan pada anak usia dibawah 1 tahun. Jika ada madu murni yang langsung diambil dari sarangnya akan lebih bagus.
  9. Istirahat cukup. Sebisa mungkin batasi dahulu aktivitas anak agar dia bisa beristirahat karena istirahat ternyata sangat berhubungan dengan sistem imunitas tubuh.
  10. Memberikan Sup Ayam karena sup ayam hangat dapat membantu mengurangi gejala hidung tersumbat, meredakan gejala flu seperti nyeri, lemas, hidung tersumbat, dan demam. 
  11. Memberikan obat penurun panas dengan dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis).
Khusus untuk poin ke 11 (sebelas), aku selalu sedia obat penurun panas di rumah jadi jika sewaktu-waktu anak terserang demam aku tidak akan terlalu panik. Obat penurun panas yang paling aku percaya dan cocok buat kakak adalah Tempra Syrup. Tempra adalah obat yang digunakan sebagai penurun demam untuk segala usia dan pereda nyeri seperti  sakit kepala, sakit gigi dan nyeri ringan lainnya. Tempra mengandung paracetamol, obat yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetic. 
Alasanku memilih Tempra karena :
Tempra Cepat Menurunkan Demam
  1. Tempra (paracetamol) digunakan untuk menurunkan demam pada segala usia, tidak perlu dikocok, larut 100%. Namun obat ini sebaiknya digunakan bila suhu tubuh sudah benar-benar tinggi dan membutuhkan terapi obat penurun panas. Rekomendasi WHO : penggunaan obat penurun panas dilakukan bila suhu tubuh lebih besar dari 38.5 °C (101.3 °F).
  2. Untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi dan nyeri ringan lainnya. Pada nyeri yang lebih berat seperti nyeri pasca operasi biasanya dikombinasikan dengan NSAID atau analgetic opioid.
  3. Kombinasi paracetamol dengan kafein adalah obat lini pertama pada pengobatan migrain.
  4. Paracetamol bisa dipilih untuk meredakan nyeri pada arthritis ringan, dengan efek yang sebanding dengan aspirin tetapi efek samping yang lebih ringan.
  5. Aman di lambung anak.
  6. Obat ini adalah komponen utama pada obat flu dan pilek yang beredar luas di pasaran.
Tempra Cepat Menurunkan Demam
Tempra minim efek samping
Secara umum Tempra (paracetamol) bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Tempra (paracetamol) yang mungkin terjadi :
  1. Obat ini bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada orang-orang yang mengkonsumsi alkohol.
  2. Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  3. Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  4. Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian paracetamol, meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.
  5. Beberapa ahli menyarankan untuk menghindari penggunaan obat ini pada penderita asma terutama anak-anak, karena ada kemungkinan menyebabkan peningkatan resiko asma ataupun memperburuk penyakit asma yang telah diderita sebelumnya.
  6. Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal
  7. Beberapa ahli mengaitkan penggunaan paracetamol oleh ibu hamil, dengan resiko terjadinya asma pada anak-anak dan peningkatan ADHD. Namun paracetamol tetap dianjurkan sebagai obat pilihan pertama untuk nyeri dan demam selama kehamilan, meski tetap harus memperhatikan resikonya.
Tempra minim efek samping
Harga relatif murah tapi tetap manjur menurunkan demam
Tempra dapat dibeli di seluruh Apotek dengan kisaran harga sebagi berikut :
Kemasan 30 ml   : Rp 18.800,00
Kemasan 60 ml   : Rp 37.000,00
Kemasan 100 ml : Rp 45.200,00

Nah, itulah 3 hal penting yang aku lakukan agar bonding dengan kakak tetap terjaga dengan baik meskipun aku sedang hamil. Harapannya tentu tidak akan muncul sibling rivalry dan kecemburuan berlebihan dari kakak sejak adeknya masih didalam perut ibunya atau saat kelak sudah lahir.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra

Waalaikumsalam Wr. Wb.

5 comments:

  1. makasih tipsnya mba. Semoga anak-anak selalu sehat ya mba.

    ReplyDelete
  2. Semoga sehat selalu bunda dan keluarga :) aamiin

    ReplyDelete
  3. bisa nih dipraktekin kalo ntar hamil anak kedua, makasih ya mba tipsnya

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan pesan, senang dapat sharing dengan Anda :)

Powered by Blogger.