Sepenggal Cerita Tentang Mimpiku

By yeni susanti - 20:05:00

Assalamualaikum Wr. Wb.

"Semua orang pasti punya mimpi yang ingin digapai, namun tak perlu terpuruk jika mimpi tak kunjung terwujud. Karena masih ada mimpi lain yang sedang menunggu kita"

Aku sedang ingin menulis sesuatu, tapi entah apa yang akan aku tulis. Jemariku terus menari diatas keyboard seolah-olah sudah hafal dengan note-note disetiap tombolnya. Baru aku menuliskan satu kalimat namun tiba-tiba mata ini sudah perih. Kertas HVS putih yang aku jadikan pengganti mouse pad ini tiba-tiba basah dengan tetesan air. Yah sumbernya adalah dimataku. Aku menangis. Teringat ucapan papa tentang sebuah mimpi. Papa selalu menemaniku untuk menggapai mimpi yang kala itu sama-sama kita buat. Sebuah mimpi tentang masa depan dan sebuah kesuksesan. "Gak apa-apa nduk orang tuamu hidupnya susah asalkan kamu kelak bisa jadi orang sukses" Begitu sering papa mengucapkan kalimat itu. Papa maafkan aku, aku belum bisa memenuhi janjiku untuk mengengam mimpi itu sampai akhirnya Allah SWT menjemputmu. Semoga nanti kita dipertemukan di surga-Nya, melepas rindu dan kembali menceritakan kembali mimpi-mimpi itu.

Aku dibesarkan oleh keluarga dan lingkungan yang sederhana di pinggiran sana. Tapi aku punya mimpi ! Tak ada satupun yang bisa melarangku untuk bermimpi. Aku pasti akan memenuhi janjiku pada papa tentang mimpi itu !

Sejak kecil aku selalu menjawab dengan lantang "Guru !"  setiap ada orang yang menanyakan apakah cita-citaku. Aku selalu kagum dengan sosok pahlawan yang satu ini. Sungguh aku bermimpi ingin seperti mereka menjadi pencetak genarasi bangsa yang penuh prestasi. Papaku selalu mendukung dan memfasilitasi semua kebutuhanku untuk mengejar mimpi itu. Papa selalu berjuang dan selalu berjalan disampingku. Pernah suatu ketika kami perpelukan erat sambil berucap syukur saat namaku ada dalam list calon mahasiswa yang diterima disalah satu Universitas Negri di kota Solo. Aku diterima menjadi mahasiswa di Fakultas Keguruan. Yah, inilah satu langkah awalku untuk mengejar mimpi itu.

Jumat pagi, hari yang cukup cerah namun dihari itu pula duniaku seakan runtuh. Allah SWT begitu sayang dengan papaku. Dia menjemput papa. Inilah terakhir kalinya aku melihat papa. Entah apakah aku masih bisa bertahan untuk menggapai mimpi itu lagi tanpa adanya papa disampingku lagi. Aku benar-benar terpuruk, apalagi mamaku. Saat itu pula aku mulai mengubur mimpi-mimpi yang pernah aku rajut ini. Papa adalah satu-satunya pahlawan keluarga yang menghidupi kami. Satu-satunya tulang punggung kami dan kini telah tiada. Haruskah aku putus kuliah demi bertahan hidup?

"Tidak nduk !" begitu mamaku dengan tegas menjawab kegundahanku. Mama tetap ingin aku meneruskan kuliahku. Seolah Allah SWT mengirimkan beribu-ribu malaikat padaku. Wajahku kembali bersinar penuh harapan. Ada sepucuk harapan untuk kembali merajut mimpi. Aku dan mama akan bersama-sama berjuang. Mimpi itu harus aku raih !

Baca : Terimakasih Mama, Di Usia Cantikmu Engkau Telah Mengantarkanku ke Kehidupan Seperti Saat Ini

Aku kembali menemukan kepercayaan diriku yang sempat hilang. Aku kembali melangkah menemukan jiwaku, mengevaluasi dan memperbaiki diri agar kelak dunia bisa menerimaku. Aku tidak mau jadi mahasiswa biasa yang hanya mengerti tentang teori. Aku harus punya sesuatu yang lebih dari itu. 

Aku mulai mengambangkan kemampuan mulai dari belajar kerja part time, magang kerja di kantor dan mengikuti beberapa lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial. Aku mulai berani speak up didepan umum, berani mengutarakan pendapat dan berargumentasi.

Melihat hasil #SerioxylConfidence ini membuat aku flashback ke tahun 2006 saat film INVINCIBLE release. Film yg diadopsi dari kisah nyata seorang pemain football Amerika. Kisahnya yg ditinggalkan istri karena masalah keuangan sampai berakhir pada rasa putus asa & frustasi. Namun ia bangkit hingga endingnya menjadi seorang pemain football profesional. Film ini memang sangat memotivasi agar kita tidak perlu terpuruk meskipun beban hidup begitu berat. Roda kehidupan akan selalu berputar yang artinya tak selamanya Tuhan akan membiarkan kita berada dalam situasi yg kita tak sanggup menghadapinya. Tetap berusaha dan pantang menyerah dalam meraih mimpi adalah satu-satunya kunci kesuksesan. Menjaga kondisi fisik dan penampilan dan selalu menilai positif atas diri kita sendiri akan menjadi bekal dan kekuatan kita dalam berikhtiar. Ayo terus berkarya dan jangan pernah puas atas ilmu yg kita punya agar kesuksesan selalu hadir dalam kehidupan kita. GROWING THROUGH LIFE, MORE HAIR MORE CONFIDANCE @lorealproid #LorealPro #SerioxylConfidence
A photo posted by Arrafa Frinianto 😍😍 (@yenysusanty) on


Belajar Manajemen Waktu

Sering ada yang bilang jika wanita itu adalah makhluk multitasking. Dia bisa mengerjakan lebih dari satu pekerjaan dalam waktu bersaman. Well, itu memang bisa dilakukan siapa saja baik laki-laki maupun wanita. Semua harus dilatih sejak dini untuk menciptakan kebiasaan baik itu. Aku mulai belajar bagaimana pentingnya manajemen waktu dengan bekerja part time di salah satu perusahaan swasta bidang komputer saat memasuki kuliah semester 3. Aku harus bisa membagi antara waktu kuliah, waktu kerja, waktu menyelesaikan tugas sampai waktu having fun bersama teman-teman. Semua harus bisa aku bagi dalam waktu 24 jam dalam sehari , 7 hari dalam seminggu dan 30 hari dalam sebulan. Pengalaman inilah yang menjadi bekal bagiku hingga sekarang harus aku terapkan bagaimana memanajemen waktu untuk seorang ibu rumah tangga, seorang working mom dan seorang blogger.

Belajar Manjadi Public Speaker

Menjelang akhir semester aku memberanikan diri untuk mengikuti seleksi magang kerja di salah satu unit kerja di kampusku. Disitulah aku belajar dan mengasah kemampuan bagaimana menjadi seorang maganger yang mampu memberikan pelayanan prima kepada seluruh stakeholder. Belajar menjaga penampilan, bertutur kata, menjaga etika dan belajar berargumentasi. Kemampuan menjadi speaker atau trainer juga aku asah di sini. Pengalaman magang ini benar-benar menjadi jembatan untuk dalam mewujudkan pribadi yang penuh rasa percaya diri.


Tahun 2012 aku berhasil mendapatkan gelar sarjana pendidikan dan siap untuk terjun menjadi seorang pendidik. Namun takdir Allah SWT berbeda dengan mimpiku untuk menjadi seorang guru. Sampai saat ini cita-cita mulia itu belum juga berpihak padaku. Aku masih tetap memimpikannya tapi aku harus berpikir realistis untuk hal ini, aku tidak mau demi ambisi akan mimpi itu akhirnya aku mengorbankan karirku sekarang. Karir yang awalnya hanya aku jadikan jembatan demi mencapai ambisi itu ternyata kini membawaku pada kehidupan sebaik sekarang. Aku harus bersyukur !

Sekarang aku tak menjadi seorang guru. Mimpi yang aku bangun bersama papa kala itu tak mampu aku wujudkan. Tapi tak apalah Allah SWT sudah menggantikannya dengan karir yang lebih baik. Aku harus berdamai dengan keadaan ini. 

Menulis dan Berkomunitas



Aku tak bisa secara langsung menebar ilmu kepada anak-anak bangsa tapi Alhamdulillah Allah SWT masih mengamini secuil mimpiku untuk terus berbagi ilmu. Aku sekarang menekuni hobi menulis dan berbagi ilmu dengan teman-teman blogger dari berbagai komunitas di Indonesia. Selain sebagai blogger aku juga bergabung dengan komunitas mama yang sadar akan pentingnya ASI (Air Susu Ibu) serta belajar dan berbagi tentang ilmu parenting. Aku tergerak hati untuk terus berbagi dan mengedukasi sesama lewat tulisan-tulisanku.

Membuat Sebuah Karya

Karya yang kita buat kelak akan menjadi sebuah sejarah yang akan kita kenang dimasa tua. Selagi masih muda, maka ciptakanlah karya sebanyak-banyaknya. Karyamu tak perlu bernilai tinggi asalkan bisa memberikan manfaat itu akan lebih baik dari pada sama sekali tak ada karya yang diukir. Aku sempat memberanikan diri untuk mengikuti event fashion show yang mengangkat tentang Batik. Itu adalah pengalaman berkesan yang menjadi salah satu mendongkrak rasa percaya diriku terus membara.



Itulah sepucuk perjalanan hidupku yang berani aku tulis dan share kepada seluruh teman-teman pembaca blog ini. Semoga kita terus bisa bermimpi dan Allah SWT memberikan umur yang panjang kepada kita untuk menggapainya. Amiinn.

“Post ini diikutsertakan dalam Blog Competition Serioxyl X IHB“

Wassalamualaikum Wr. Wb.


  • Share:

You Might Also Like

14 komentar

  1. Huaaaaa terharu bacanya...semangat terus y mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak wid kita harus semangat :)

      Delete
  2. Teruslah mengejar mimpimu Mba...semangaat.. Kamu keren

    ReplyDelete
  3. Kisah kita hampir sama, Mak :) I know what u've been through. Keep fighting ya, mak. Karena Tuhan tidak akan mengubah keadaan seseorang jika dia tidak mau berusaha. Semoga sukses dengan apapun yang sedang diimpikan. U rock!!! Fyi, aku juga lulusan pendidikan ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tos mbak hehehe Ternyata aku masih ada yg senasip hehehe

      Delete
  4. semangat terus mak..sukses swmoga mimpi mak Yen terwujud

    ReplyDelete
  5. Semangat ya mb Yeni. Terharu skali membacanya.

    ReplyDelete
  6. Semangat mb yen. Gud luck. Semoga menang

    ReplyDelete
  7. Semangat Mbak..
    aku sewaktu kecil juga pengen jadi guru, nah sekarang kerjanya juga di sekolah meskipun cuma guru ekstra...heheh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih nyerempet2 dikit ya mbak sama cita-cita awal.. Semua harus disyukuri ya

      Delete