New Mom Wajib Tahu ! Inilah Beberapa Hal yang Sudah Tidak Direkomendasikan untuk Bayi

November 24, 2016
Assalamualaikum Wr. Wb.

Beneran ya jadi ibu itu ilmunya mesti diupdate terus. Hal-hal yang dari dulu telah menjadi kebiasaan dan dianggap baik untuk dilakukan ternyata sekarang justru tidak lagi direkomendasikan. Banyak mamah-mamah muda yang masih menirukan pengalaman orang tua zaman dahulu dalam merawat bayi. Meskipun sekarang juga sudah banyak yang mulai bergeser pola pikirnya. Well, pada tulisan kali ini aku akan sedikit memberikan penjelasan tentang hal-hal yang sering dilakukan orang tua dalam merawat bayinya. Apakah hal-hal itu masih diperbolehkan ? Jika tidak bagaimana alasananya? Yuks simak dan baca sampai selesai tulisan ini.

Beberapa Hal yang Sudah Tidak Direkomendasikan untuk Bayi tetapi Masih Sering Dilakukan New Mom :

1. Membersihkan Tali Pusat Bayi


Dahulu 
Pada zaman dahulu, mungkin kita sering mendengar orangtua menasehati untuk membersihkan tali pusat menggunakan kapas yang sudah dibasahi alkohol.

Sekarang
Zaman sekarang telah banyak penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli yang menunjukkan bahwa tali pusat yang dibiarkan kering dengan sendirinya justru meminimalkan terjadinya infeksi. Tidak melakukan apa-apa pada tali pusat justru merupakan perawatan yang terbaik. Cara merawat dan membersihkan pangkal tali pusat cukup dengan air dan sabun kemudian dikeringkan menggunakan handuk kering. Sementara untuk mengurangi gesekan antara tali pusat dengan popok, lipatlah bagian atas popok, atau gunakan popok khusus yang didesain memiliki celah pada bagian pusarnya. Cara tersebut merupakan cara yang direkomendasikan oleh WHO. 

2. Memakaikan Gurita 


Dahulu
Bayi baru lahir harus dipakaikan gurita, begitulah kata orang tua zaman dahulu. Tujuannya adalah untuk merampingkan perut bayi agar tidak terlihat buncit.

Sekarang
Dokter tidak melarang penggunaan gurita tetapi cara pemakainnya harus dilonggarkan karena tujuannya hanya untuk menghangatkan tubuh bayi. Pemakaian gurita yang terlalu kencang justru menimbulkan resiko sesak napas pada bayi. Selain itu, organ-organ tubuh bayi masih sangat rentan,  sensitif dan tentunya belum sempurna. Kesimpulannya adalah, berhubungan dengan belum sempurna dan masih rentannya organ tubuh bayi tersebut, penggunaan gurita rupanya justru dapat menghambat perkembangan organ tubuh bayi, terutama mengganggu saluran pernapasannya. Be smart ya mom !

3. Memakaikan Bedong


Dahulu
"Kalau memakaikan bedong bayi itu kakinya diluruskan dulu baru diikat kencang, biar anakmu kakinya gak O". Masihkan sering dengar kata-kata seperti itu mom? Ya, tujuan orang tua zaman dahulu membedong kencang bayinya adalah untuk menghindari terbentuknya kaki O setelah bayi dewasa.

Sekarang
Pemakaian kain bedong pada bayi masih dilakukan sampai saat ini tapi tujuan utamanya ternyata telah bergeser. Tujuan utama pemakaian bedong adalah untuk menghangatkan bayi dan memberikan kenyamanan seperti saat bayi berada didalam rahim.  Jadi tidak perlu ya mom, meluruskan kaki dan tangan bayi kemudian dibungkus kencang-kencang dengan kain bedong. Sebaiknya membedong bayi dilakukan sampai berusia sekitar 1 bulan, momisan masih bisa membedongnya, namun usahakan untuk tidak membedongnya selama ia terjaga. Jika setelah usia 1 bulan ia terlihat bisa tidur lebih nyenyak dengan dibedong, tidak mengapa untuk membedongnya, hanya ketika ia sedang tertidur.

4. Menggendong Bayi


Dahulu
Orang tua zaman dahulu selalu mewanti-wanti agar selalu memposisikan bayi tidur saat digendong. Bayi juga tidak boleh dipekeh (posisi kaki membuka) sampai usianya 7 bulan.

Sekarang
Well, saat bayi 0-3 bulan memang kita sering menggendong bayi dengan posisi tidur karena kemampuan motorik dan otot leher bayi baru lahir masih lemah, sehingga belum mampu mengendalikan kepalanya. Tetapi jika bayi sudah lebih besar biasanya mereka tidak akan nyaman jika digendong dengan posisi itu lagi karena mereka sudah mulai aktif mengeksplorasi. Momisan bisa mencoba beberapa variasi mengendong asalkan bayi nyaman dan gendongan yang dipakai juga aman. Teknik hand free dengan menggunakan teknik  baby wearing juga aman dilakukan segala usia. Kelebihannya, momisan juga bisa bebas menggunakan kedua tangan momisan untuk aktivitas sambil menggendong bayi.

5. Menggunakan Baby Walker

Dahulu
Banyak orang tua yang mengaku  merasa terbantu dengan adanya baby walker. Mereka membelikan produk ini untuk bayinya agar lebih cepat bisa berjalan. Sebagian lagi membelinya dengan alasan kepraktisan daripada pusing mengawasi si bayi merangkak dan merayap ke sana kemari, lebih baik gunakan baby walker.


Sekarang
Penggunaan baby walker sudah tidak direkomndasikan lagi selain bahaya juga membukat bayi kurang mandiri. Dengan baby walker, bayi menjadi lebih tinggi dan lebih mudah bergerak. Namun, bayi bergerak bukan dengan berjalan tapi dengan cara mendorong dari jari kaki sambil bersandar pada keliling baby walker, sehingga bayi yang belum bisa mengontrol gerakan dan kecepatannya akan mudah sekali celaka. Bayi akan bergerak lebih jauh ke area yang tidak aman baginya dan mencoba meraih benda di tempat tinggi yang mungkin berbahaya, seperti pisau, kabel listrik, kompor, minuman panas, benda berbahan kaca, dll. Bahaya baby walker lainnya termasuk terjungkal pada permukaan yang tidak rata, terjepit jarinya, jatuh ke kolam ataupun jatuh dari tangga. Selain itu, kelainan fisik pada anak seperti dada datar, paru-paru terhambat, perubahan bentuk tulang punggung, dan cacat kaki seringkali diakibatkan penggunaan baby walker untuk bayi. Hal ini dikarenakan tulang pada bayi masih lunak dan lentur, dan jika dipakaikan alat-alat bantu tersebut agar bisa menopang berat tubuhnya pada usia terlalu dini, akibatnya akan seperti sebatang tongkat elastis yang tertekuk oleh beban, menjadi melengkung dan berubah bentuk (sumber : www.bayiku.org). Jika bayi sudah memasuki fase belajar berjalan lebih baik ajari dia mendorong benda dari pada dibelikan baby waker.


Nah, itulah beberapa hal yang bisa aku tuliskan. Jika momisan merasa ada yang perlu ditambahkan feel free untuk sharing ya mom.

Jangan pernah berhenti untuk terus belajar ya mom, demi anak-anak yang sehat dan cerdas.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sumber Gambar :
http://ibudanmama.com
http://www.adikbayi.com
http://www.tipsanakbayi.com
https://www.amazon.com/
http://www.socialphy.org/baby-walkers/
http://warungkopi.okezone.com



5 comments:

  1. Pemakaian bedak talc mungkin mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah benar bengat ya mbak, bedak tabur memang skrg sudah gak direkomendasikan lagi ya. Terimakasih masukannya :)

      Delete
  2. Nah, info kayak gini harusnya di share buat para oma, nenek dan eyang uti sekalian mbak. Jd inget pengalaman dl, sempet ngotot2an ama oma narend soal baby walker..hehe

    ReplyDelete
  3. Jadul dn kini singguh berbeda..ya mba

    ReplyDelete
  4. dengan baby walker anak saya pertama kali bisa berjalan itu ke samping mbak kayak kepiting. karena kebiasaan main dorong dengan satu kaki saat di baby walker.

    trus adiknya saya cemplungin baby walker kalau pas saya di dapur aja. pintu ke dapur diganjel biar ga bisa masuk hehe..

    yang ketiga nanti insya Alloh ga. ya tergantung nego sama suami juga sih hehehe

    ReplyDelete

Powered by Blogger.