Macam-macam Breastpump Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

October 04, 2016
Assalamualaikum Wr. Wb.


Menjelang anak berusia 2 tahun entah kenapa tiba-tiba timbul perasaan kangen dengan masa-masa ASI Eksklusif, kangen dengan masa-masa repotnya pumping tengah malam, pagi buta dan curi-curi waktu disela pekerjaan kantor. Aktivitas itu sekarang sudah tak lagi masuk dalam jadwal wajib harianku karena masa menjelang 2 tahun ini aku sudah full breastfeeding dan skip pumping. Aku juga mulai mengurangi intensitas menyusui dengan harapan bisa berhasil Weaning With Love (WWL) tanpa harus memaksa anak yang berakibat kurang baik terhadap perkembangan mentalnya. Banyak cerita dari pengalaman teman-teman yang  tidak sabar menerapkan WWL, mereka putus asa kemudian memaksa anak untuk menyapih diri dengan menakut-nakutinya, seperti memoleskan lipstiks merah, ramuan pahit atau menempelkan plaster pada puting payudara yang akibatnya si anak jadi trauma dan takut.


Haru dan bersyukur saat aku membuka beberapa album foto perjuangan memberikan ASI selama ini. Ada sedikit kebanggaan saat melihat beberapa foto stok  ASIP yang dulu sempat diabadikan. Bersyukur dulu aku mengenal yang namanya BREASTPUMP. Mungkin anakku tidak akan mengenal ASI saat ditinggal kerja jika waktu itu tidak ada teman yang berbaik hati padaku dengan memberikan kado kelahiran berupa sepaket Breastpump. Waktu itu yang aku tahu hanyalah memberikan ASI dengan cara menyusui langsung dari payudara.


Perkembangan ilmu kesehatan ternyata semakin pesat, riset-riset tentang gizi bayi dan ibu juga semakin banyak bahkan sosialisasi tentang pentingnya ASI Eksklusif juga semakin gencar di media. Bidang industri yang mendukung tentang hal itu juga mulai menjamur. Perusahaan-perusahaan besar produsen dan distributor breastpump semakin hari semakin mengerti kebutuhan ibu menyusui. Mereka mulai meluncurkan produk-produk breastpump yang telah diformulasikan sesuai kebutuhan dan anatomi payudara masing-masing ibu menyusui.

Dipasaran saat ini telah banyak dijual berbagai macam dan merk Breastpump dengan kisaran harga dari puluhan ribu sampai harga jutaan. Berikut ini macam-macam breastpump beserta kelebihan dan kekurangannya :

1. Tipe Manual Model Terompet (squeeze-bulb) 

Breastpump tipe ini memiliki sprarepart yang simple, ukurannya juga kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Breastpump ini mempunyai bagian karet bundar di belakangnya berfungsi untuk memompa dan menimbulkan tekanan pada payudara. 

Breastpump terompet tanpa botol

Breastpum terompet dengan botol

Harga breastpump ini cukup murah berkisar antara Rp 20.000,00 sampai Rp 100.000,00. Breastpump tipe ini sebenarnya tidak direkomendasikan karena bulb karet tidak bisa disterilkan dan akan meninggalkan bau karet pada ASI. Breastpump jenis ini biasa dipakai jika ASI yang diperah akan dibuang, tidak untuk diminumkan bayi karena kondisi medis atau lainnya.

2. Tipe Manual Silicone Tube With Bottle

Breastpump tipe ini lebih baik bila dibandingkan dengan tipe terompet karena pompa karet terpisah dengan botol sehingga hasil perahan tidak akan masuk ke dalam karet. Selang penghubung antar karet dan corong juga bisa dilepas dan dibersihkan. Untuk kisaran harganya adalah antara Rp 100.000,00 sampai Rp 250.000,00.

Breastpump Silicone with bottle

3. Tipe Manual Model Piston atau Silindris 

Breastpump tipe ini ada banyak merk di Indonesia, misalnya: Pigeon, Chicco, Phillips Avent, Medela Harmony, Pumpee, Unimom, Spectra, IQ Baby dll. Breastpump jenis ini paling banyak digunakan oleh ibu-ibu di Indonesia karena harganya yang cukup murah dikisaran Rp 200.000,00 sampai Rp 1.000.000,00. Jenis ini dianggap telah memenuhi standard kesehatan karena sparepartnya dapat dilepas dan disterilkan sendiri-sendiri.

Breastpump manual model piston

Keterangan gambar:
  1. Tutup Corong
  2. Bantalan Silicone Corong
  3. Badan Corong
  4. Stem
  5. Diafragma Silicone
  6. Tuas
  7. Valve
  8. Botol Standardneck
  9. Dudukan Botol
  10. Converter to Wideneck Bottle
  11. Cakram/Disc
  12. Lid/Ulir
  13. Peristaltic Nipple
  14. Bottle Cap
Kekurangan dari breastpump jenis ini adalah penggunanya mudah capek karena tangan harus terus bekerja menggerakkan piston. Breastpump jenis ini cocok dimiliki oleh ibu yang mix menyusui langsung dan pumping karena jadwal pumping tidak sesering yang bayinya full ASIP. Sizenya juga tidak terlalu besar sehingga mudah dibawa kemana-mana.

4. Tipe Elektrik

Breastpump tipe elektrik sendiri terdiri dari 2 tipe yaitu tipe hospital-grade dan personal.  Tipe hospital-grade biasa dipakai oleh ibu-ibu yang memiliki masalah menyusui diawal kelahiran. Pihak rumah sakit biasanya akan menawarkan untuk memakai fasilitas breastpump model ini di rumah sakit. Merk jenis ini adalah jenis  Medela Lactina atau Spectra Cimilre S2. Banyak keunggulan yang dimilikinya antara lain bisa double pumping,  hisapan bisa diatur, dan benar-benar dapat mengosongkan payudara. Kekurangannya adalah terletak di harga yang relatif mahal karena mencapai 10 jutaan. Selain itu breastpump tipe ini kurang cocok dipakai oleh ibu-ibu dengan tingkat mobiltas yang tinggi karena ukuran yang besar dan berat.

Breastpump elektrik tipe hospital-grade
Sedangkan untuk tipe personal penggunaannya bersifat pribadi. Breastpump jenis  ini sangat membantu jika  pumping dalam frekuensi yang cukup sering supaya tidak terlalu lama dan capek. Ada banyak sekali macamnya, mulai yang portabel hingga yang ukuran besar, dengan tenaga listrik AC (colokan) maupun DC (baterai). Tipe personal ini juga memberikan 2 pilihan yaitu pilihan singlepump atau doublepump, yaitu corong satu atau corong ganda. Breastpump ini harganya berkisar Rp 500.000,00 hingga Rp 2.000.000,00 tergantung kualitas dan merk.

Breastpump Elektrik Doublepump

Breastpump Elektrik Singlepump
Breastpump tipe elektrik memberikan banyak kemudahan dan memangkas waktu pumping tetapi tidak dapat digunakan sewaktu-waktu seperti breastpump manual karena harus disambungkan dengan listrik atau memastikan batrei full sebelum digunakan.

5. Tipe Silicone Breastpump

Breastpump tipe ini adalah keluaran terbaru yang berfungsi untuk menampung tetesan ASI pada payudara sebelah saat sedang menyusui langsung atau saat pumping dengan single breastpump maka tipe ini bisa dipakai untuk menampung tetesan ASI pada payudara satunya saat Let Down Reflex (LDR). Merk resmi yang sudah banyak dipercayai oleh ibu-ibu menyusui se Indonesia raya adalah keluaran dari Haakaa. Merk lain juga telah banyak terjual dipasaran. 

Itulah kira-kira macam-macam breastpump yang bisa dipilih sebagai teman setia kita saat memberikan ASI kepada buah hati. Jadilah ibu yang selektif dalam menentukan pilihan. Pilih sesuai dengan kebutuhan, sesuai dengan rekomendasi kesehatan dan yang penting sesuai budget.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

8 comments:

  1. Thanks sharing nya mba, bisa buat pelajaran besok besok nih. Hehe.. Dulu kakak aku pake merk Midea yang manual mba.

    ReplyDelete
  2. Dulu anak pertama n kedua pernah pake yg manual terompet. Info nambah nih, untuk si kecil yg ketiga, makasih ya mbak

    ReplyDelete
  3. Dulu anak pertama n kedua pernah pake yg manual terompet. Info nambah nih, untuk si kecil yg ketiga, makasih ya mbak

    ReplyDelete
  4. Bisa buat belajar dan refrensi sblm ngasih Asi anak sendiri Mbak Yeen

    ReplyDelete
  5. Saya jarang pumping mbak :( karena di rumah saja jadi langsung gitu. Untuk pumping ada saya sediakan yang manual Pigeon itu. Emang perlu kesabaran dan telaten ya untuk pumping hehehe

    ReplyDelete
  6. pengalaman saya dulu pake yang jenis manual piston mba, lebih nyaman dibanding model elektrik, buat stok ASI :)

    ReplyDelete
  7. buat pada ibu yang ASI lancar butuh banget sama tools ini ya biar ngga luber-luber asinya

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan pesan, senang dapat sharing dengan Anda :)

Powered by Blogger.