Pertemuan Mahmud (Mamah Muda)

July 26, 2016
Assalamualaikum Wr. Wb.

Masih dengan nuansa-nuansa lebaran yang sering diisi dengan acara silaturahmi, halal bihalal, ngumpul-ngumpul dan acara-acara serupa lain. Hari Sabtu (23-07-2016) sore kemaren aku sempat ngumpul sama teman-teman lama yang sudah hampir 3 tahun gak pernah bisa ngumpul bareng. Senang sekali kali ini kami bertiga bisa punya waktu yang cocok untuk ngumpul lagi. Pertemuan kali ini sangat berbeda dengan pertemuan-pertemuan kami sebelumnya karena kali ini  sudah bawa buntut masing-masing yang kebetulan selisih usianya tidak terlalu jauh berbeda.



Kami bertiga adalah satu angkatan saat kuliah di UNS, sama-sama masuk tahun 2008 dan perkenalan kami berawal dari saling sapa antar tetangga kamar kost. Dulu kami sama-sama kost di kawasan belakang kampus UNS Kentingan. Kami menempati kamar kost diblok lantai 2 dan kami bertiga mempunyai kebiasaan yang lain dari teman-teman kost. Kami sering menggelar kasur didepan TV dan tidur bareng disana sambil lihat Liga Sepak Bola atau nonton Film. Bahkan kami sering punya pendapat yang terkadang tidak sejalan dengan teman-teman yang lain. Misalnya aja sih kayak gini, waktu itu sebagian besar penghuni kost lantai 2 yang berjumlah 11 penghuni sebagian besar adalah anak sains dan mahasiswa-mahasiswa  yang aktif mengikuti kegiatan/organisasi mahasiswa jadi jarang bisa ngendon dikamar saat siang hari. Mereka merasa sangat sibuk dan tidak sempat berberes-beres atau sekedar kerjabakti membersihkan kost padahal semakin hari kondisi blok lantai 2 kost itu semakin kotor dan perlu pembersihan. Akhirnya ada salah satu yang memberikan usul untuk iuran membayar tenaga pembersih untuk membersihkan kost blok 2. Semuanya setuju aja dan entah kenapa kita bertiga serentak menolak usulan berlian itu justru kita memilih untuk mengepelnya sendiri tiap 2 hari sekali. Aku sampai sekarang juga gak habis pikir dengan pemikiran kita waktu itu. Seolah-olah kita seperti pembantu dikosan sendiri. Persamaan kami yang lain, kami juga sering punya waktu bareng untuk joging dikala pagi atau sore hari. Seringnya juga cuma kami bertiga yang punya aktivitas itu. Kemungkinan hal-hal itulah yang menjadi kami semakin dekat.

Setahun kemudian kami memutuskan untuk pindah kosan dengan alasan cari suasana baru karena ternyata kami punya tingkat kebosanan yang hampir sama dengan tempat itu ditambah lagi harga sewa kosan juga naik tinggi ditahun itu. Kami mencari kosan baru yang juga masih dikawasan belakang kampus tapi saat itu kami dapatnya di belakang bagian barat, agak jauh dari kosan sebelumnya. Tahun berikutnya kami berpisah kosan, aku pindah di Ngoresan dan satunya ke dekat kampus ISI. Namun kami masih sangat sering ngumpul bareng dengan menginap di kosan salah satu. Berbagi cerita, ngobrol tentang kuliah atau tentang pacar dan ditemani dengan film-film yang kita play di laptop sebagai pengantar tidur (seringnya aku tidak pernah bisa nonton sampai selesai, lebih sering tertidur hehehe).

Entah kenapa kami merasa nyambung dan bisa saling support padahal kami bertiga beda jurusan semua. Setelah luluspun kami masih berusaha menyempatkan untuk bisa ngumpul lagi  walaupun tidak sesering dulu. Setelah masing-masing punya anak kami tetap berusaha menjaga persahabatan, membuat grup di BBM untuk sekedar sharing masalah parenting, masalah ASI, MPASI dan seputar permasalahan pengasuhan anak. Sebenarnya ada satu lagi anggota grop BBM yang sering sama-sama dengan kami cat cit cut menambah notifikasi di Handphone sayangnya dia tidak bisa ikut ngumpul karena sekarang tinggal jauh di Kota Blitar.

Oh iya agar lebih gampang ceritanya aku kenalin satu-satu yah, dari sebelah kiri 
  1. Bunda Colin. Suaminya namanya ayah Bangkit dan babynya namanya Hegan. Dia dulunya anak Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP dan  sekarang mengajar sebagai Guru Bahasa Indonesia di SMA N 7 Surakarta. Suaminya seangkatan dengan kami juga hanya saja lain Fakultas ceritanya mereka sudah pacaran sejak SMP. Babynya berumur 14 bulan.
  2. Aku Sendiri
  3. Mami Lila. Suaminya namanya ayah Toriq dan baby girlnya bernama Alfathiya (panggilan : Al). Dia dulu anak Fisika FMIPA, Mahasiswa Berprestasi dan dia lulus pertama diantara kami bertiga dengan masa studi yang singkat serta gelar cumlaude. Oh iya ngomong-ngomong mereka berdua cumlaude semua loh kecuali aku :(. Mami Lila sekarang jadi Dosen di ISTN dan suaminya kerja di Detik.com. Babynya usia 21 bulan selisih 1 bulananlah sama Rafa.

Walaupun pertemuan kami kemaren terbilang sangat singkat tapi jujur itu sangat berkesan buatku karena setelah sekian lama tidak bertemu dan yang bikin seneng lagi bisa liat langsung anak-anak. Selama ini kami belum pernah mempertemukan ketiga anak kami. 

Setelah jadi emak-emak macam sekarang ternyata kami masih klik dan punya banyak persamaan dalam urusan mengasuh anak. Kami sama-sama menitipkan anak kami di daycare sehingga merasa nyambung saat ngobrolin masalah-masalah yang sering muncul saat menitipkan anak. Kami juga punya persamaan tentang pandangan jarak ideal anak hingga waktu yang kiranya tepat untuk memberikan adik buat Rafa, Al dan Hegan. Kami sama-sama di karuniai anak dengan postur kecil jadi kami punya curhatan sama tentang masalah itu. Memiliki perasaan yang sama saat orang-orang mengatakan anak kami kecil dan kurus atau saat orang-orang mengatakan kami tidak pandai merawat anak dan itu nyeseknya luar biasa. Dan ternyata anak kami juga memiliki persamaan dalam merespon MPASI "Sama-sama susah makan" HAHAHAHA. Dari semua kesamaan itulah yang membuat kami merasa semakin klik. Membuat kami bisa saling menguatkan dan tidak saling bully seperti yang terjadi pada fenomena mahmud-mahmud jaman sekarang yang beradu argumen mana yang paling benar mengurus anak. 

Ditanya orang dengan pertanyaan "Kok anakmu kecil sekali?" rasanya pasti sama sakitnya saat ada seorang ibu yang karena alasan tertentu tidak bisa memberikan ASI kepada buah hatinya kemudian ada yang tanya "Anakmu ASI Eksklusif kan?" Pasti mereka memilih diam aja begitu juga dengan kami memilih diam atau hanya menjawab dengan senyuman.


Dari hasil ngobrol singkat dipertemuan kami kemaren aku merasa betapa pentingnya saling menghargai, tidak seenaknya menjudge orang lain, belajar jadi ibu yang smart dalam bersikap dengan sesama ibu apalagi sesama mamah-mamah muda yang labil dan suka baper kalau anaknya dibanding-bandingkan.

Ahhhh... cerita ini rasanya bikin kangen lagi pengen peluk satu-satu, semoga lain kali kita bisa ketemu lagi ya Bunda Colin dan Mami Al :)

Wassalamualaikum Wr. Wb.

1 comment:

  1. mahmud pada ngumpul, para ayah momong anak, hehehe :D

    ReplyDelete

Powered by Blogger.