Fenomena babysitter killer : Pertimbangan untuk orang tua dalam menitipkan anak

June 03, 2016
Assalamualaikum Wr. Wb.

Akhir-akhir ini banyak sekali diberitakan tentang kekerasan pada bayi atau balita oleh babysitter/pengasuh, beberapa kasus yang tercium media akhirnya dapat dibawa ke meja hukum tapi kita tidak menutup kemungkinan masih banyak kasus-kasus serupa terjadi di sekitar kita. Melihat beberapa berita atau bahkan video cctv yang diunggah ke internet membuatku sangat miris dan sempat kuwatir karena aku juga memiliki balita umur 1,5 tahun dan saat ini saya tinggalkan untuk bekerja. 

http://lebihdankurang.blogspot.com/2015/12/kelebihan-dan-kekurangan-menitipkan.html

Mengasuh anak itu bukanlah hal mudah dan tidak menguras emosi jadi sebagai orang tua yang bekerja diluar kita harus selektif dalam memilih pengasuh anak. Apakah anak akan kita titipkan kepada nenek, dipercayakan kepada babysitter atau ART, ditipkan didaycare atau pilihan-pilihan lain yang harus kita pertimbangkan baik buruk dan resikonya. Orang tua kandung saja terkadang sulit untuk mengontrol emosi jika menghadapi anak yang sedang cranky dan susah diatur apalagi orang lain yang kita bayar untuk mengasuhnya jelas perlakuan mereka berbeda dengan kita, walaupun saya akui pasti masih ada segelintir orang yang tulus mengasuh anak meskipun bukan anaknya sendiri. Sebagai seorang ibu yang juga memilih untuk bekerja diluar aku juga mengalami dilema tentang hal ini namun tetap berusaha berpikir jernih dan selalu memonitoring anak setiap saat meskipun sudah diasuh oleh orang lain.

Sejak umur 2 bulan selepas masa cutiku habis aku sudah menitipkan anakku di TPA tempatku bekerja dan hanya bertahan 1 bulan setelah itu aku memutuskan mencari ART dan meninggalkannya dirumah. Aku percaya saja dengan ART yang mengasuh anakku dirumah karena dirumah masih ada ibu mertua yang juga masih bisa diminta tolong mengawasi bagaimana ART menjaga anakku. Dua kali aku mengganti ART karena yang pertama tidak konsisten jam kerjanya, berangkat terlalu siang padahal aku juga harus segera masuk kantor (ARTku tidak ada yang menginap jadi mereka berangkat pagi sebelum aku kerja dan pulang setelah aku dirumah). ART berikutnya saya akui kinerjanya bagus dan aku sangat mempercayainya walaupun kadang juga malas menyuapi makan anak tetapi aku memaklumi karena memang anakku susah sekali makan berat (seringnya diemut, dilepeh atau bahkan parahnya disembur-sembur). Sayangnya dia minta resign sekitar 1,5 bulan yang lalu dan akhirnya sekarang saya harus menitipkan anak di daycare yang tentunya dengan banyak pertimbangan. 

Beberapa pilihan pengasuhan anak yang ditinggal bekerja selalu ada kelebihan dan kekurangan yang masing-masing harus kita pertimbangkan sebelum memutuskan pilihan kemana anak kita harus dititipkan.

Dititipkan pada orangtua (nenek)
Resiko kejahatan sangat kecil jika anak dititipkan pada nenek bahkan ada loh nenek yang lebih sayang daripada ibunya sendiri akan tetapi hal itu tidak semerta-merta membuat kita pokoknya anak harus dititipkan orang tua titik! Banyak pertimbangan yang harus kita pikirkan, umur orang tua kita apakah masih mampu jika harus dititipi mengasuh cucu, tidaklah baik jika kita meminta tolong orang tua sementara mereka kesusahan melakukannya. Mereka sudah banyak berkorban untuk kita jangan ditambah-tambahi beban dimasa tuanya (seperti halnya yang aku alami sekarang, kenyataanya aku serumah dengan ibu mertua karena beliau sudah lanjut usia jadi tidak mungkin aku menitipkan anak pada beliau). 

Jarak tempat tinggal kita dan orang tua juga harus kita pertimbangkan apakah kita yakin membawa anak perjalanan jauh setiap hari atau meninggalkan anak diluar kota bersama nenek sementara kita tinggal dikota  dengan alasan pekerjaan (ini juga aku alami, orang tuaku tinggal di Pacitan jadi tidak mungkin aku menitipkan anak kepada beliau juga, karena aku tidak bisa tinggal jauh dengan anak apalagi dia masih kecil yang butuh perhatian lebih dan yang utama dia masih menyusu). 

Pola asuh orang tua yang terkadang tidak sejalan dengan kita juga akan menimbulkan masalah jika kita menitipkan anak kepada mereka. Misalnya saja apakah mereka tipe orang tua yang terbuka dengan perkembangan pengetahuan tentang perawatan anak atau mereka tipe yang hanya menganut pengalaman. Ada beberapa orang tua yang tidak mengerti bagaimana pentingnya pemberian ASI Eksklusif, MPASI sehat dengan menu 4*, bahaya sufor dan MPASI dini yang terkadang mereka tidak peduli jika diedukasi tentang hal tersebut hasilnya mereka akan merawat anak kita sesuai pengalamannya dulu yang jelas berbeda masa. Alasanya "Lha kamu aja dulu dikasih ini itu juga sehat-sehat saja sampai sekarang" kalimat ini yang paling tidak kita harapkan.

Diasuh ART atau Babysitter
Jaman sekarang mencari ART atau babysitter yang benar-banar jujur dan tulus itu tidaklah mudah kalaupun ada mereka juga akan minta bayaran yang tinggi. Berita-berita tentang babysitter killer yang menyikasa anak majikan juga bisa menjadi perhatian kita.

Baiknya babysitter adalah sebagian besar sudah dibekali pengetahuan tentang perawatan bayi dan anak serta tumbuh kembangnya, bahkan babysitter yang disalurkan dari perusahaan yang profesional terkadang lebih pandai merawat bayi daripada kita  karena mereka dilatih didalam kelas babysitter. Jika memutuskan untuk mengambil babysitter lebih baik jangan meninggalkan anak berdua dirumah bersama babysitter harus ada yang mengawasi seperti nenek atau saudara lainnya yang kita percaya. Selain itu pilihlah babysitter yang berasal dari perusahaan/yayasan yang profesional dalam artian jelas pendiriannya dan memiliki ijin secara hukum. Jika kita memiliki anggaran rumah tangga lebih bisa dipasang cctv dirumah agar setiap hari bisa kita lihat apa saja dan bagaimana perlakuan babysitter kepada anak kita.

Ini nih ada yang share beberapa babysitter dengan reputasi yang kurang baik (https://www.facebook.com/thio.lenna/media_set?set=a.10203504338878173.1073741861.1504953451&type=3) Cek dulu kebenarannya ya mom.

Dititipkan di daycare
Dalam memilih daycare kita juga harus mempertimbangkan banyak hal (baca : ART vs Daycare). Daycare yang kita pilih juga harus jelas ijin pendiriannya. Kalau aku pribadi memilih daycare yang gabung dengan preschool (KB, PG dan TK) sehingga disitu banyak guru yang juga ikut mengawasi bagaimana pengasuhan anak, logikanya jika ada salah satu guru/pengasuh daycare yang kurang baik sikapnya pasti akan ditegur yag lain kan. Walaupun sudah yakin dengan daycare yang kita pilih untuk menitipkan anak, kita tetap harus memonitoring setiap saat dengan cara :
  1. Komunikasi setiap saat kepada bunda pengasuh/guru jika perlu (untuk yang ini aku punya semua contact person bunda-bunda pengasuh di daycare)
  2. Saat menitipkan anak dipagi hari, komunikasikan hal-hal yang perlu diperhatikan bunda terhadap anak kita misalnya hari ini anak kita sedang batuk jangan dikasih camilan yang mengandung MSG berlebihan atau hari ini anak kita sedang sakit dan harus minum obat maka kasih tau obat yang kita bawakan dan harus diminumkan sesuai takarannya dll.
  3. Sebelum pulang lebih baik tanyakan dulu hal-hal yang terjadi pada anak kita selama sehari kita tinggal di daycare, bagaimana makannya, minum susunya, aktivitas bermainnya, tidurnya atau bahkan sampai BAB dan BAKnya (kalau aku sering tanya hari ini pup berapa kali dan teksturnya biasa atau cair karena anakku pencernaannya sensitif jadi kalau ada makanan yang tidak cocok dan kurang heigenis sering diare).
  4. Saat dirumah biasanya sebelum beranjak tidur aku membersihkan badannya serta mengganti pakain dan popoknya. Dengan posisi tenjang seperti itu biasanya aku cek seluruh badannya adakah yang beda seperti luka atau lebam ditubuhnya.
Wah tidak terasa ternyata aku menulis begitu panjang hehehe...Sudah dulu ya mom :)

Wassalamualaikum Wr. Wb.


No comments:

Powered by Blogger.