Melahirkan Arrafa

By yeni susanti - 13:17:00

Assalamualaikum Wr. Wb.

Halooo Mommies...

Sebenarnya udah lama banget pengen sharing tentang cerita perjalananku bersama Arrafa mulai dari masa kehamilan sampai akhirnya dia lahir ke dunia ini, sayangnya baru kali ini bisa menyempatkannya.
Waktu itu, bulan Maret Allah menitipkan Arrafa dalam bentuk calon janin kecil didalam rahimku, perasaan haru yg luar biasa aku rasakan bersama suami setelah hampir 6 bulan berumah tangga akhirnya yang diharapkan hadir. Saat hasil test pack menunjukkan dua garis, betapa bahagia menyelimuti perasaanku kala itu.

Hari demi hari terus berjalan, aku secara rutin checkup kandungan ke obgyn di RS PKU Muhammadiyah Solo dengan dr. Anik Suryaningsih, SpOG. Menurut pengalaman beberapa teman masa kehamilan pada trisemester pertama itu adalah masa2 berat dimana sering morning sickness, lemas dan lain-lain tapi Alhamdulillah aku tidak merasakan hal itu justru nafsu makan meningkat, dan aku masih aktif bekerja. Memasuki usia 28 weeks aku dan suami juga melakukan pindah rumah dan syukur alhamdulillah juga tidak berefek apapun pada kondisi kehamilanku. 

Dengan history kehamilan yang baik, aku dan suami memutuskan untuk mencari second opinion tempat persalinan yaitu di Bidan dengan pertimbangan biaya persalinan lebih murah atau bahkan dapat dicover sepenuhnya oleh BPJS tanpa harus menunggu adanya tindakan medis. Jadi waktu itu kami memilih untuk konsul ke obgyn dan Bidan, harapannya jika tidak ada hambatan akan melahirkan di Bidan saja baru jika menemui masalah yang harus dilakukan tindakan medis bisa langsung ke obgyn di PKU.

Memasuki usia 34 weeks disarankan untuk diet karena berat janin udah lebih dari batas normal. Dari hasil USG juga diketahui bahwa janin terlilit tali pusar dilehernya. Pikiran macam-macam mulai muncul sampai pada kondisi kecemasan yang luar biasa. Obgyn juga menyarankan cek urin, dan betapa terkejut saat itu hasil lab menunjukkan bahwa protein urine positif (+) yang artinya protein urine berlebihan. Diketahui bahwa tingginya kadar protein urine pada ibu hamil dapat mengindikasikan terjadinya preeklamsia. #Hiks.....

Suami selalu memberikan support dan memberikan sugesti2 postif mengajak kita berdua ngobrol dengan dede bayi agar bisa berjuang besama2 untuk bisa lahir normal dengan selamat. Hingga pada puncaknya pada usia 38 weeks tanggal 11 Desember 2014 malam aku mengalami kontraksi yang sangat intens tanpa sebelumnya merasakan kontraksi ringan. 

Hari itu (11-12-2014) aku hanya merasakan malas sepanjang hari, dan akhirnya memutuskan untuk tidak kekantor (aku baru cuti tanggal 10-12-2014 dan rencana masuk untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tercecer) dan hanya tidur2an dirumah. Sorenya sehabis Maghrib aku mengajak suami makan di luar saja karena memang tidak menyiapkan makan malam dirumah sebab kondisi malas itu.. hehhehe. Di Plaza aku masih dapat menikmati makan malamku, setelah selesai makan kami mampir ke supermarket dan disitu aku merasakan sakit diperut, sehingga suami mengajakku langsung pulang saja. 

Sampai dirumah rasa sakit itu semakin bertambah, tapi aku belum menyadari kalo itu kontraksi karena HPL masih jauh dan tak ada tanda2 cairan apapun keluar di celana. Semakin tidak tertahankan, akhirnya suami meminta tetangga rumah yang kebetulan Bidan untuk memeriksa kondisiku. "cepat dibawa ke RS ato klinik aja mas, ini udah bukaan 7" begitu katanya...

Waktu itu pukul 22.00 WIB, suami sedikit panik karena sudah malam dan kita tidak punya kendaraan selain sepeda motor. Alhamdulillah ada tetangga yang mau diminta tolong mengantar ke Klinik Bersalin.  Sampai diklinik kontraksi semakin tidak tertahankan hingga 3 jam kemudian bukaan telah lengkap dan  Arrafa lahir tepat pukul 12:57 WIB dengan tangisan yang agak tertunda karena Bidan mesti meloloskannya dari lilitan tali pusar. LEGA rasanya bersyukur bisa melalui semua ini. Alhamdulillah Allah memudahkan.

Buat calon calon mommi yang sering mencemaskan kandungannya ayookkk selalu positif thinking dan kita pasti bisa. 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar