Trend Fashion 2014

By yeni susanti - 11:36:00

Assalamualaikum Wr. Wb

Selamat siang sista :)

Mau share sedikit informasi yang aku dapatkan dari salah satu desainer muda di kota Solo yang aku temui beberapa minggu lalu dalam sebuah Event Festival Hijab. Acara  yang membahas tentang perkembangan fashion, berikut ini aku rangkum sedikit ilmu yang aku dapatkan dalam acara tersebut dan tentunya diperkuat dari berbagai literatur yang aku ambil diberbagai media pula.
Social identity refers to the characteristic that are attributed to an individual by others. These can be seen as markers to indicate who, in a basic sense, that person is. At the same time, they place that person in relation to other individuals who share the same attributes” (Anthony Giddens : 2006 – Sociology)

Tren Fashion 2014
Fashion mengambil bagian terpenting dalam dunia seni, maka dalam mendesain sebuah busana seorang desainer bebas mengekspresikan karyanya. Seorang desainer juga harus peka terhadap perkembangan fashion dunia agar karya mereka dapat diterima oleh masyarakat.
Riset terbaru BD+A Design, sebuah lembaga konsultasi desain multi disiplin, didukung Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), mengungkap tren 2014 yaitu “Tradition Revolution” yang terbagi menjadi empat tema: Demotic, Cardiomind, Sagacity, dan Asylum.
Berikut ulasan empat tema dalam Tradition Revolution: 

  1. Demotic. Tema tren ini dipengaruhi nuansa Afrika dan Timur Tengah. Nuansa tribal sangat mendominasi dengan corak dan warna-warnanya yang khas.  
  2. Cardiomind. Tema ini dipengaruhi oleh berkembangnya kelompok orang-orang yang mementingkan pola hidup sehat. Palet warna-warna bersih dan sejuk seperti biru dan oranye memengaruhi tren ini. 
  3. Sagacity. Dalam tren ini, tema-tema kerajaan begitu kuat. Palet warna seputar warna-warna logam, tembaga, dan batu-batuan. 
  4. Asylum. Tema tren ini memberi kebebasan penuh para desainer untuk berekspresi dengan mengombinasikam segala warna, terang dan gelap. “Kesan yang hadir sangat kekanak-kanakan dan agak norak tapi tetap terasa artsy.”
Wassalamualaikum Wr. Wb

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar